Home / Daerah / Dugaan Double Anggaran Pembelian Tanah Eks Gudang KUD yang Telah Terbayar, Layak Diperiksa?

Dugaan Double Anggaran Pembelian Tanah Eks Gudang KUD yang Telah Terbayar, Layak Diperiksa?

NGANJUK, TEROPONG – Asset tanah eks gudang KUD yang pernah diunggah di media, atas dugaan dobel anggaran sesuai dengan surat pernyataan pada tahun 2017 yang telah dibayar sebesar Rp180 juta, dan kini dianggarkan lagi dengan dana DD TA 2019 melalui BUMDes sebesar Rp 192juta.
Tetapi ada suatu kejanggalan dalam hal penyerahan uang dilakukan di kantor kecamatan bukan di Aula Balai Desa.
Padahal, sebelum dilakukan pembayaran, kabar yang beredar sudah dilakukan pertemuan di balai desa yang dihadiri oleh Forpimka Gondang dan telah ada kesepakatan apabila nanti ada pembayaran tanah bekas gudang KUD, BPD meminta kepada mantan untuk menghadirkan pihak ke 3.
Seperti yang disampaikan oleh Eny, Kades Karang Semi saat ditemui dikantor kecamatam Gondang, Kamis (13/2/2020), bahwa masalah pembayaran tanah eks gudang KUD sudah diserahkan dengan dipotong Rp66 juta, pada saat mantan pada tahun 2017 menggunakan dana BUMDes tidak sesuai dengan penggunaannya, dan uang tersebut diserahkan di kantor kecamatan yang dihadiri Sekcam, Ketua KUD, dan beberapa saksi lainnya, jawab Eny, Kades Karang Semi.
Lain lagi  tanggapan, Ida, selaku Camat Gondang saat ditemui Teropong, terkait tanah di desa Karang Semi sudah selesai dan sudah terbayarkan. Kalau untuk soal pembayaran dilakukan di kecamatan, dan forpimka tidak di berikan undangan. Terlepas dari itu, kita sifatnya mencari penyelesaian tidak membuat masalah, kalau misal sudah ada penyelesaian ya saya rasa tidak ada yang perlu dimasalahkan,” kata ida, Camat Gondang.(sony)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Percepat Pembangunan Pacitan, Bupati Minta Dukungan DPD RI

JAKARTA, TEROPONG – Bupati Pacitan, Indatarto, meminta dukungan dari DPD RI dalam rangka percepatan pembangunan ...