Home / Hukum & Kriminal / Keterangan Nasabah Kredit Macet Bank Prima Bertolak Belakang Dengan Catharina

Keterangan Nasabah Kredit Macet Bank Prima Bertolak Belakang Dengan Catharina

SURABAYA, TEROPONG-Saksi nasabah kredit macet Bank Prima Master Cabang Semarang Daniel Suyanto mengungkapkan sebagian permasalahan Bank Prima, Saat sidang perkara Agus Direktur Bank Prima digelar diruang sidang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (23/3).

Saksi selaku kontraktor proyek perumahan menjelaskan bahwa uang milik Anugrah Yudo masih ada di Bank Prima Master Cabang Semarang. Hal itu dia ketahui setelah semua assetnya disita oleh Bank Prima Master Cabang Semarang tanpa proses lelang akibat kredit macet.

“Uang yang ditransfer dari Bank Prima surabaya Rp 3 miliar dikirim ke Susilowati lalu ditransferkan lagi oleh Ibu Catherina kepada
ke Liyana Tanti Jono, Dan yang Rp 2 miliar masih di Bank Prima Master Cabang Semarang sampai seluruh aset saya disita,” kata kontraktor asal semarang.

“Waktu penyitaan dinyatakan oleh pihak Bank kalau hutang saya lunas semua. Jadi haknya Yudo yang Rp 5 miliar menjadi milik Bank Prima Master Semarang. Jadi ada sisa uang 5 miliar yang menurut rekening koran saya di Bank Prima Master tidak termasuk dalam aset yang saya serahkan,” ujar Daniel Suyanto Hariyono.

Selanjutnya, Pada saat sidang yang dipimpin hakim DR.Yohanes Hehamony ini, saksi Daniel juga menyebut suatu hal yang aneh sebab dia setiap bulan dipinjami uang oleh Ibu Catherina selaku pimpinan cabang Bank Prima Master Semarang sebanyak Rp 5 sampai 6 miliar rupiah, padahal hutangnya sesuai perjanjian kredit yang dia tandatangani hanyalah sebesar Rp 43,965 miliar saja.

“Hutang saya menurut perjanjian Rp 43,965 miliar, menurut perhitungan kebutuhan saya kan hanya sekitar 1 miliar. Tapi kenapa oleh ibu Catharina setiap bulan seolah-olah saya dipinjam 5 sampai 6 miliar. Ini kan aneh Pak,” beber Daniel yang sudah lanjut usia.

Masih keterangan Daniel juga yang mengungkapkan jika semenjak menjadi debitur Bank Prima Master Cabang Semarang, dirinya lebih dari 30 kali menerima transfer dari Yudo Anugrah, meski saksi tidak pernah kenal dengan Anugrah Yudo dan merasa tidak ada perjanjian kerjasama apapun dengannya.

“Transferan dari Yudo itu akumulasinya mencapai 48 miliar. Setiap kali transaksi saya tidak tahu apa ada bunganya atau tidak. Bentuk transaksinya Pak Yudo transfer ke rekeninig saya. Ibu Catharina hanya memberitahu saya ada transferan dari Bank Prima Master Surabaya. Semua itu diatur oleh Ibu Chatarina. Setahu saya Pak Yudo itu orang Bank Prima Master,” jelas Daniel.

Hakim Yohanes Hehamoni kemudian bertanya pada saksi Daniel Suyanto Hariyono, terkait commitment bunga 5 persen yang dia alokasikan ke Anugrah Yudo pada saat menerima transfer 2 miliar pada tanggal 3 April dan transfer 3 miliar pada 17 April 2017. Daniel mengaku tak paham betul soal tersebut.

“Nggak ada penjelasan yang diberikan Ibu Catherina. Cuma misalnya Yudo transfer 1 miliar, maka saya kembalikan lebih dari 1 miliar dengan tambahan bunga. Saya tidak tahu ada bunganya atau tidak, semua itu diatur oleh ibu Catharina,” jawab saksi Daniel.

Hakim ketua, Saat mendengar perbedaan keterangan saksi Daniel Suyanto Hariyono yang dinilai bertolak belakang dengan saksi Catharina Rini Handayani dan saksi Tanti Yuliastri sebelumnya, majelis hakim pun memutuskan pemeriksaan saksi Daniel Suyanto dihentikan. Penghentian dilakukan dengan jalan keluarnya akan dikonfrontir dengan saksi-saksi sebelumnya.

“Agar semua menjadi terang benderang, tidak terpecah seperti ini. Tolong Ibu Jaksa, semua saksi yang dari Semarang dipanggil lagi hari Senin mendatang ya, ” kata Yohanes Hehamoni mengakhiri sidang. (Jhon)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Perumahan ‘Royal City’ Bermasalah?, ‘PT Berkat Jaya Land’ Di Pailitkan Konsumen

SURABAYA, TEROPONG-PT Berkat Jaya Land (PT.BJL) (Perusahaan Developer) Perumahan Royal City (RC) Menganti Gresik (Sebagai ...