Home / Hukum & Kriminal / Penipuan Modus Trading, Danny Garibaldi di Perkarakan

Penipuan Modus Trading, Danny Garibaldi di Perkarakan

SURABAYA, TEROPONG-Akibat kasus penipuan dengan modus Trading, Terdakwa Danny Garibaldi bin Gito Hariyono Warga Kertajaya Jaya Tengah Surabaya, Menjalani sidang dengan agenda dakwaan yang dibacakan Jaksa Damang di Ruang garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/2/2020).

Terdakwa yang sebelumnya dilaporkan ke Polisi oleh korban bernama Aqva Angelita Octamoebata, setelah merasa di rugikan uangnya sebanyak Rp 150 juta dengan janji mendapatkan keuntungan.

Saat sidang dimulai, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya Damang Anubowo, membacakan surat dakwaannya didepan majelis hakim ketua Dwi Winarko, Dengan dakwaan melanggar pidana Pasal 378 KUHP.

“Bahwa terhadap terdakwa Danny Garibaldi bin Gito Hariyono Pada Agustus 2017, korban Aqva Angelita melihat di facebook iklan penawaran trading Bitcoin milik Danny Garibaldi. Prospek trading tersebut, menurut Danny, sangat menjanjikan. Korban Aqva Angelita dijanjikan akan mendapatkan keuntungan 15 persen dari modal yang diberikan kepada terdakwa dengan janji modal yang disetorkan tidak akan hilang, serta dapat diambil sewaktu-waktu,” baca JPU Damang.

Dimana, Saat korban Aqva Angelita tertarik dan bertemu dengan terdakwa Danny Garibaldi di Restaurant Marugame Udon Tunjungan Plaza 3 Lantai 5. Lebih jauh, Jaksa Damang menerangkan, tahap pertama Aqva Anggelita disuruh membuat account LUNO sebagai uang elektronik untuk memainkan trading Bitcoin.

Lalu pada September 2017 sampai Oktober 2017, Aqva Anggelita disuruh terdakwa Danny Garibaldi mentransfer dana sebesar Rp 39.152.208 melalui acount LUNO.

Setelah beberapa kali transfer via account LUNO, ternyata Aqva Anggelita tidak pernah diberitahu oleh terdakawa Danny Garibaldi mengenai transaksi maupun keuntungannya.

Saat di cek, ternyata di account LUNO dana milik terdakwa Danny Garibaldi pada tanggal 23 Juni 2017 untuk trading hanya ada Rp 2.099.999 dan pada tanggal 19 Agustus 2017 untuk trading LUNO sisa modalnya sesuai data di PT. Indodex tidak ada.

Padahal terdakwa Danny Garibaldi pernah menerangkan pada Aqva Anggelita, hingga akhir Desember 2017 telah mendapatkan keuntungan trading Bitcoin sebesar Rp 215.825.000.

“Keuntungan tersebut tidak diberitahukan semuanya kepada Aqva Anggelita. Keuntungan yang diterima oleh Aqva Anggelita hanya Rp 5.146.500 pada 9 Nopember 2017 dan Rp 6.346.500 pada tanggal 5 Desember 2017,” kata jaksa Damang.

Belum sadar meski dirinya telah tertipu, Aqva Anggelita kemudian pada Desember 2017 hingga Pebruari 2018 diminta mentransfer dana lagi oleh terdakwa Danny Garibaldi, kali ini disuruh terdakwa Danny Garibaldi ke nomor rekening atas nama ibunya, yakni Margaret Yvone Mambo sebesar Rp 159 Juta.

Namun, uang yang seharusnya dibelikan uang virtual melalui LUNO maupun INDODEX tersebut, ternyata oleh terdakwa Denny Garibaldi malah dipakai Rp 12.499.000 untuk membeli HP merk Samsung, yang Rp 20.000.000 ditransfer ke Aqva Anggelita yang katanya sebagai keuntungan trading Bitcoin, lalu transfer ke Eka Nur Rp 40.000.000, bahkan transfer balik ke rekening Margaret Yvonne C Mambo senilai Rp 49.000.000.

“Oleh terdakwa Danny Garibaldi diterangkan kalau uang Aqva Anggelita telah dibelikan bitcoin. Namun setelah di cek dalam mutasi rekening bank BCA tidak ditemukan aliran pencairan keuntungan dari trading Bitcoin, sehingga dana yang ditransfer oleh terdakwa kepada Aqva Anggelita adalah merupakan uang transferan dari Aqva Anggelita sendiri,” kata jaksa kejari surabaya. (Ferry)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Perumahan ‘Royal City’ Bermasalah?, ‘PT Berkat Jaya Land’ Di Pailitkan Konsumen

SURABAYA, TEROPONG-PT Berkat Jaya Land (PT.BJL) (Perusahaan Developer) Perumahan Royal City (RC) Menganti Gresik (Sebagai ...