Home / Investigasi / Luar Biasa Proyek Jembatan di Darmo Indah Bisa di Adendum 2 Kali? Kebijakan Kabid Pengawasan Layak Dipertanyakan
Ini bukti bahwa pekerja dari CV Damar Wulan sedang melakukan perbaikan beton grotting

Luar Biasa Proyek Jembatan di Darmo Indah Bisa di Adendum 2 Kali? Kebijakan Kabid Pengawasan Layak Dipertanyakan

SURABAYA-Proyek jembatan bentang seluas 8 meter yang berada di Darmo Indah, menjadi perhatian publik. Pasalnya, proyek milik CV Damar Wulan senilai Rp 923.905.000.00 seharusnya tidak bisa mengajukan adendum untuk yang kedua kalinya. Ironisnya, pernyataan sikap dari Kabid Pendestrian dan Kabid Pengawasan, berbeda pandangan. Untuk itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini maupun Kadis Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, segera memanggil Ridho selaku Kabid Pengawasan yang diduga membekingi proyek yang akan di blacklist.

Menurut investigasi wartawan TEROPONG di lapangan, proyek yang dikerjakan CV Damar Wulan menggunakan u-gutter bekas dan besi bekas, namun sengaja dibiarkan oleh konsultan pengawas. Pada pemasangan u-gutter, kontraktor tidak memakai lantai kerja dan pemasangan batu kali tidak disertai dengan pemasangan astampeng alias pondasi terlebih dahulu, namun hal itu juga dibiarkan oleh pengawas dilapangan. Perbaikan beton grotting jelas merupakan penyimpangan sekaligus merugikan negara.

Ini bukti bahwa yang dipergunakan oleh kontraktor adalah besi bekas

Molornya pekerjaan yang didanai APBD 2018 jelas merugikan negara, karena kontraktor telah menerima uang muka 30% dari nilai penawaran. Disisi lain, pekerjaan jembatan bentang terkesan lemot alias tidak sesuai dengan skedule kerja.

Ganjar selaku PPK dari bidang pendestrian saat ditemui wartawan TEROPONG mengatakan, kontraktor dari CV Damar Wulan akan mengirim surat keterangan bahwa tidak sanggup meneruskan proyek jembatan bentang di Darmo Indah. Untuk itu pihak bidang pendestrian segera mengambil langkah untuk memblacklist CV Damar Wulan, karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang diamanatkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya.

“Kita akan memblacklist CV Damar Wulan, karena tidak sanggup meneruskan pekerjaan. Selain itu, CV Damar Wulan sudah adendum, jadi tidak bisa untuk mengajukan adendum yang kedua kalinya. Kontraktor sudah mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah,” ujar Ganjar saat ditemui wartawan TEROPONG di ruang kerjanya.

Menurut info yang diterima oleh wartawan TEROPONG dari beberapa rekanan, pernyataan sikap dari Kabid Pendestrian berbeda dengan langkah yang bakal diambil oleh Ridho selaku Kabid Pengawasan.

Disinyalir Kabid Pengawasan telah melakukan konspirasi dengan CV Damar Wulan selaku kontraktor. Kabid Pengawasan membuat opini publik sehingga menarik perhatian media dan LSM. Hal itu terlihat pada material yang dipergunakan oleh kontraktor.

Seharusnya, konsultan pengawas yang ditunjuk, tidak memperbolehkan u-gutter bekas dipakai, besi untuk bahan pengecoran juga mempergunakan besi bekas dan direksi keet mirip kandang kambing. Semua material yang dipergunakan untuk proyek jembatan bentang sudah dianggarkan, jadi tidak boleh menggunakan barang bekas. Ironisnya, konsultan pengawas tutup mata. Patut dipertanyakan, mengapa konsultan pengawas yang ditentukan oleh Ridho, menyimpang dari prosedurnya.

Masyarakat sekitar yang melihat proyek di Darmo Indah, hanya bisa mengelus dada. Mereka sering melihat u-gutter yang terpasang dibongkar lagi. Kadis Pekerjaan Umum dan Bina Marga Pemkot Surabaya Erna seyogyanya segera memanggil Kabid Pengawasan yang bakal memberi adendum untuk kali kedua. Pasalnya, hal itu bisa membuat kecemburuan bagi kontraktor lainnya, diantaranya proyek multi years yang ada di kawasan Sememi. Mereka tidak bisa mengajukan adendum untuk kali kedua.

Kontraktor telah menyimpang dari gambar, bahwa pemasangan batu kali harus di astampeng terlebih dahulu.

“Mana bisa mengajukan adendum untuk kali kedua. Aturan dari mana yang diterapkan Kabid Pengawasan. Kalau diberi adendum sampai dua kali, kenapa proyek saya tidak diberi adendum lagi dan akhirnya di blacklist. Kalau sampai Kabid Pengawasan memberi adendum untuk kali kedua kepada CV Damar Wulan, kami akan protes ke Walikota Surabaya dan bu Erna selaku Kadis PU Bina Marga dan Pematusan. Kami juga minta kepada media dan LSM untuk memantau rencana pemberian adendun yang kedua untuk CV Damar Wulan,” ujar rekanan yang tidak mau disebut namanya.

Secara terpisah Ridho selaku Kabid Pengawasan saat di konfirmasi via selulernya, terkait rencana pemberian adendum yang kedua kalinya, tidak mau menjawab. Sama halnya dengan Pujo selaku kontraktor dari CV Damar Wulan, setiap kali dihubungi, tidak mau menjawab.

Kepada pihak kejaksaan dan Polda Jatim seyogyanya ikut mengawasi proyek jembatan di Darmo Indah hingga FHO. (yok/jak)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Proyek Jembatan Bentang Darmo Indah Gunakan U-DitchBekas, PPK Dinas PU dan Pematusan Loyo

SURABAYA-Proyek jembatan bentang seluas 8 meter yang berada di Darmo Indah, harus segera dibongkar. Pasalnya, ...