Home / Investigasi / Proyek Lapangan Multi Fungsi Mangkrak, Diduga Negara Dirugikan Milyaran
Lapangan Multi fungsi tipe A terlihat mangkrak sejak tahun 2015.

Proyek Lapangan Multi Fungsi Mangkrak, Diduga Negara Dirugikan Milyaran

TUAL,TEROPONG-Proyek pembangunan lapangan multi fungsi yang dibangun sejak 2015, ternyata tidak difungsikan sama sekali. Pihak pemerintah kota Tual sudah melakukan pembayaran lunas kepada kontraktor. Pembangunan lapangan multi fungsi tersebut mangkrak karena terjadi penyimpangan speck pada bangunan tiang penyangga.

Hasil pantauan Teropong, pada Tiang penyangga hanya ditempelkan ke batu bata, kemudian ditutup dengan semen. Diduga kuat ada permainan kotor antara PPK dengan kontraktor. Ironisnya lagi, proyek sontoloyo tersebut jarang disoroti media. Untuk itu, seyogyanya pihak kejaksaan segera melakukan Sidak dan memanggil kepala dinas dan kontraktor yang mengerjakan. Pasalnya, proyek multi fungsi sudah dibayar lunas. Sehingga Pihak pejabat dinas maupun kontraktor layak diperiksa, karena cenderung mengarah kepada kerugian negara.

Menurut investigasi yang dilakukan wartawan TEROPONG di lapangan, dalam APBD TA 2016, Pemerintah Kota Tual menganggarkan belanja modal sebesar Rp242.795.658.525,00. Salah satu pekerjaan dengan menggunakan belanja modal tersebut adalah, pembangunan lapangan multifungsi A Tahap I yang ditenderkan melalui Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran.

Proyek sontoloyo tersebut dilaksanakan pada 2015 oleh CV PU dengan nilai pekerjaan sebesar Rp1.155.600.000,00, sesuai dengan Kontrak nomor 027/10.@/PPK-DKP2K/SPP-DAU/IX/2015 tanggal 25 September 2015. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan nomor 179/A/BAP/PPHP/VI/2016 tanggal 15 Juni 2016 pekerjaan dinyatakan telah selesai dan dinyatakan telah selesai dan telah dilakukan pembayaran 100% pada 2016. Pembayaran terakhir dilakukan dengan SP2D nomor 259/SP2D/LS/2016/KT tanggal 30 Desember 2016 yaitu untuk pembayaran retensi 5%.

Sekedar diketahui, bahwa pekerjaan tersebut belum dimanfaatkan oleh masyarakat, karena tidak sesuai speck dan dapat membahayakan keselamatan penghuninya. Pasalnya, tiang tidak cukup kuat menyangga atap.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah sebagaimana diubah terakhir dengan Perpres nomor 4 tahun 2015, yaitu pasal 5.b yang menyatakan, pengadaan barang/jasa menerapkan prinsip efektif. Artinya, pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Sebelum tender dimulai, mustinya pihak terkait sudah menerima gambar perencanaan maupun fungsi lapangan multifungsi.

Lucunya, begitu lapangan itu sudah selesai, pihak terkait tidak bisa memanfaatkan guna kepentingan umum. Mangkaraknya lapangan multifungsi itu jelas merugikan negara, karena APBD yang sudah dikeluarkan tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Abdullah R. Kadis Lingkungan hidup

Melihat kejanggalan proyek lapangan yang mirip kandang sapi, wartawan TEROPONG berniat untuk konfirmasi kepada Abdullah Rengiwurwarin selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Yusuf Fadirubun mewakili Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan kepada wartawan TEROPONG menjelaskan, Kadis sedang berada di luar kota. “bahwa PPK yang menangani proyek tersebut juga tidak ada di tempat”, tambah Yusuf. (Jmc)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Proyek Jembatan Bentang Darmo Indah Gunakan U-DitchBekas, PPK Dinas PU dan Pematusan Loyo

SURABAYA-Proyek jembatan bentang seluas 8 meter yang berada di Darmo Indah, harus segera dibongkar. Pasalnya, ...