Home / Pelabuhan / Soal Sopir Truk Curi Gula Juga Pelaku Lainnya, Ketua Organda dan Pelindo III Regional Jatim Angkat Bicara
Ketua Organda khusus Tanjung Perak Kody Lamahayu saat konfirmasi di Kantornya.

Soal Sopir Truk Curi Gula Juga Pelaku Lainnya, Ketua Organda dan Pelindo III Regional Jatim Angkat Bicara

SURABAYA, TEROPONG – Menyikapi persoalan maraknya muatan truk yang hilang akibat dilakukan Sopir Truk, seperti yang dilakukan pada tiga orang terdakwa pelaku pencurian Gula (Raw Sugar) baru baru ini tengah jalani persidangan, Selanjutnya, Ketua Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) khusus Tanjung Perak Kody Lamahayu maupun pihak Pelindo III melalui Kabag Humas Rendy menanggapi terjadinya pencurian yang dilakukan para sopir.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Jika pelaku pencurian muatan gula puluhan ton milik PT Cheil Jedang Indonesia yang berkantor di Ds. Arjosari Rt/ 004 Rw.002 Kec. Rejoso Kab. Pasuruan Jawa Timur, Sejumlah sopir tersebut yang kini jadi terdakwa dipengadilan, membawa kendaraan jenis Dump Truk milik PT Sinar Maju (Perusahaan Penyewaan).

Dimana sebelumnya, Salah satu pimpinan perusahaan persewaan truk bernama Wen Wen mengomentari soal ganti rugi muatan telah dilakukan saat dikonformasi, dan juga mengatakan dalam masalah tersebut pelapornya pihak pelindo selaku perusahaan bongkar muat yang ditunjuk PT Cheil Jedang (PT CJ).

Selanjutnya, Rendy selaku humas Pelindo III ketika dikonfirmasi Selasa (11/2) kemarin melalui pesan Whatsappnya, membenarkan jika pihaknya yang melaporkan kejadian tersebut ke polres tanjung perak.

“Yang melaporkan pelaku pencurian adalah Pelindo 3 Regional Jawa Timur pak pelaku dua orang sopir, Pelindo III tidak menerima ganti rugi karena yang mengalami kerugian bukan kami pak, Yang menderita kerugian adalah CJ sebagai pemilik muatan.”kata rendy humas pelindo bagian Umum.

Terpisah, Kody Lamahayu Selaku Ketua ORGANDA Jawa Timur yang sudah menjabat selama 13 tahun, sekaligus ketua Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jatim telah menjabat selama 5 tahun, saat ditemui dikantor organda Jalan Perak Barat no 325 Tanjung Perak menjelaskan.

“Organda tanjung perak itu adalah angkutan barang, Jadi angkutan barang itu hanya mengangkut barang tidak menanggung keamanannya, Jadi pemilik barang itu harus menyediakan keamanannya?, Perusahaan tidak akan melindungi selama sopir melakukan kejahatan.” kata pengusaha pemilik ratusan dump truk.

Kody yang juga banyak menjabat di organisasi lainnya seperti wakil ketua kadin jatim selama 11 tahun dan Ketua Barindo menambahkan soal harapannya kepada petugas aparat, Soal ulah para sopir selama ini diakuinya memang sering melakukan penggelapan barang yang dibawa, maupun jika pelaku lainnya agar ditangkap.

“Memang sudah sering terjadi sopir menggelapkan barangnya yang dibawa, dan harapan saya agar aparat tegas menangkap juga pelaku lainnya.” tegas pengusaha senior di tanjung perak tersebut kepada sejumlah wartawan.

Dalam hal ini diketahui, Seperti informasi pada dakwaan jaksa jika selain tiga orang terdakwa yang saat ini sedang di adili di Pengadilan Negeri Surabaya, Yakni Supriyanto Bin Arif Sukimin dan Djohan Santoso Bin Achmad serta Edi Saputra Bin Warsito, Juga ada beberapa pelaku lainnya yang belum dijadikan tersangka oleh petugas aparat, antara lain 1.Ambon (DPO), 2.Sunarko Efendi Penadah (DPO), 3.Hari Purnomo petugas timbangan (DPO).

Dimana sebelumnya PT Cheil Jedang yang menunjuk PT. Pelabuhan Indonesia III Regional Jatim, sebagai Perusahaan Bongkar Muat cargo. Lalu PT. Pelindo III juga menunjuk jasa tracking atau pengangukatannya ke PT. SINAR MAJU (PT SINMA) alamat Jl. Perak Barat 245 Surabaya, untuk mengangkut raw sugar dari terminal Jamrud Utara sampai dengan ke gudang PT. Cheil Jedang Indonesia di Pasuruan.

Selanjutnya PT. SINAR MAJU menugaskan terdakwa I SUPRIYANTO sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-9415-UV membawa raw sugar sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Ton, dan terdakwa II DJOHAN SANTOSO sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-9913-UU membawa raw sugar sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Ton dan Terdakwa III EDI SAPUTRA sebagai sopir dump truck dengan Nopol L-8859-UU membawa raw sugar sebanyak 32 (tiga puluh dua) Ton.

Setelah itu, para ketiga terdakwa berkomunikasi dengan nama Ambon (Status DPO) untuk mengondisikan di Jembatan Penimbangan Jamrud.

Lalu Ambon (DPO) pun mengubungi petugas jembatan timbang Jamrud Hari Purnomo Alias Tuek (DPO) untuk menipulasi berat masing-masing truk dengan cara muatan milik Terdakwa I Supriyanto yang seharusnya memuat 33 Ton dimanipulasi menjadi memuat 30 Ton, Dan terdakwa II Djohan yang seharusnya memuat 33 Ton dimanupulasi menjadi memuat 29 Ton, serta Terdakwa III Edi Saputra yang seharusnya memuat 32 Ton dimanipulasi menjadi 29 Ton.

Saat sidang, ketiga terdakwa pelaku pencurian gula mulai digelar agenda dakwaan dan saksi dari Polisi.

Setelah para terdakwa memperoleh surat jalan dari Pelabuhan Tanjung Perak sekira pukul 22.00 WIB dalam perjalanan, para terdakwa membelok kan rute perjalanannya ke Parkiran Truk Bunderan Apollo Gempol Pasuruan untuk bertemu dengan orang suruhan Sunarko Efendi (DPO) yang menjadi pembeli raw sugar tersebut dengan harga masing-masing per-ton sebesar Rp.1.5 Juta.

Namun terpisah, Sesuai diperolehnya informasi dari beberapa sumber sebelumnya yang minta tidak disebutkan namanya, Mengungkapkan jika belum diketahui pasti petugas aparat dari mana, Akan tetapi sumber yang kabarnya mengetahui jika saat penangkapan para pelaku lain dibawa ke daerah petekan hal itu diungkapkan kepada beberapa wartawan maupun saksi lainnya.

Terkait pelaku pencurian yang sedang di sidangkan di pengadilan serta pelaku yang status DPO, Hingga berita ini diturunkan, Wartawan belum berhasil menkonfirmasi pihak penyidik reskrim Polres Tanjung Perak, Kendati konfirmasi melalui pesan whatsapp +62 851 0135 6xxx ke bagian humas polres Amin meminta konfirmasi ke KBO reskrim Iptu Rony Faslah.

“Langsung konfirmasi Ke KBO Reskrim Ya Pak Iptu Rony Faslah.”kata humas.(Tim)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Jaga Performance, BMS Fokus Perkuat Kembangkan Pelabuhan Eksisting

SURABAYA, TEROPONG-PT. BMS (Berlian Manyar Sejahtera) masih fokus mengembangkan pelabuhan Eksisting kedepan, karena perkembangan arus ...