Home / Sorot / Dikonfirmasi Wartawan, Koordinator Paguyuban SD Paron Bersikap Arogan

Dikonfirmasi Wartawan, Koordinator Paguyuban SD Paron Bersikap Arogan

NGANJUK, TEROPONG – Didalam menjalankan tugas sebagai kontrol sosial, Wartawan dilindungi oleh undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS. Namun, sangat disayangkan dengan sikap Joko, selaku Kordinator SDN Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

Berawal dari informasi yang diterima oleh awak Media TEROPONG dan Warta Hukum, bahwa di SDN Paron ada orang tua murid yang tidak mampu dan merasa berat untuk membayar iuran sebesar Rp15 ribu per siswa, untuk upah gtt/ptt. Dengan adanya Permendikbud nomer 8 tahun 2020, Wartawan Teropong dan Warta Hukum datang ke sekolah bermaksud untuk konfirmasi kebenaran informasi dan pelaksanaan dari Permendikbud  kepada Wardi, Kepala Sekolah, Kamis (20/2/2020), sesuai dengan undangan lewat WhatsApp (WA) yang disampaikan oleh Wardi untuk datang ke sekolah,yang kebetulan juga ada rapat komite.

Wardi saat dikonfirmasi mengatakan, memang ada iuran dari orang tua murid sebesar Rp15 ribu per murid untuk upah jasa penyeberangan serta digunakan untuk tambahan gtt yang ada. Karena kalau diambilkan dari dana bos untuk upah belum mencukupi.

Terkait iuran saya tidak tau berapa besarnya sumbangan, karena kepala sekolah tidak ikut menangani. Itu sepenuhnya menjadi wewenang dari komite serta paguyuban. Jadi yang berhak menjawab adalah ketua komite,” jawab Wardi.

Selanjutnya Wartawan teropong dan Warta Hukum oleh Wardi dipersilahkan mengikuti rapat komite diruang rapat. Saat wartawan menanyakan, apakah dengan adanya Permendikbud Nomor 8 tahun 2020, iuran dari orang tua murid sebesar Rp 15 ribu akan terus berlanjut atau berhenti?.

Joko, selaku Kordinator Paguyuban langsung marah serta merta dengan nada emosi berkata, “siapa nara sumbernya, kalau tidak diberi tahu kalian tidak bisa keluar dari sini, kata Joko kepada awak media TEROPONG dan Warta Hukum.

Sementara itu pada hari Jumat (21/2/2020), Mukhamad Tasin, Kadisdik kabupaten Nganjuk saat dikonfirmasi melalui WhatsApp adanya dugaan pungli di SD Paron, kecamatan Bagor ini, hingga berita ini dikirim ke Redaksi belum ada tanggapan sama sekali. (sony)

 

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Segala Upaya di Lakukan Untuk Pencegahan Covid-19

PROBOLINGGO, TEROPONG-Penyebaran Virus Covid-19 atau lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan Virus Corona merupakan Virus ...