Home / Sorot / Mahasiswa: Nyali Kejari Dalam Pemberatasan KKN Di Bekasi Dipertanyakan
Mahasiswa Kritisi Kejari Cikarang

Mahasiswa: Nyali Kejari Dalam Pemberatasan KKN Di Bekasi Dipertanyakan

Mahasiswa Kritisi Kejari Cikarang

BEKASI, TEROPONG.com-Nyali Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang Kabupaten Bekasi dalam penanganan sejumlah kasus dugaan Korupsi dipertanyakan.

Pasalnya, hingga saat ini, penanganan kasus seperti ambruknya SMAN Muaragembong, Mangkraknya Jembatan Bagedor, Gedung Baru PDAM Tirta Bhagasasi di Tegal Danas dinilai tidak jelas progresnya bahkan terkesan setengah untuk melakukan penyelidikan.

Tidak hanya itu saja, kasus anggaran Pemeliharaan Mess Mahasiswa KAPEMASI – IKAMASI, Rumah Dinas Bupati, Wakil Bupati dan Sekda nya progresnya juga belum jelas.

“Tampaknya, Kejari Cikarang yang dipimpin Risman Tarihoran belum juga menonjolkan prestasi yang cukup signifikan,” kata Rahmat Hidayat, penggiat Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) kepada wartawan Selasa, (22/8).

Menurut pria akrab disapa Abu ini, sebagai lembaga penegak hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi dituntut lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Lebih lanjut Hidayat juga menuntut kepekaan pihak Kejari Kabupaten Bekasi untuk menyelidiki temuan-temuan ataupun dugaan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) yang mendasar walau tanpa adanya laporan dari masyarakat.

“Seyogyanya, Kejari harus peka terkait kasus – kasus tersebut sesuai amanah UU bukan malah mempetieskannya. Jika memang tidak terbukti, sampaikan kepada masyarakat, dan kalau ada indikasi, dilanjutkan sampai tuntas,” kata Hidayat.

Hidayat juga meminta Kejari transparan atas laporan – laporan dari masyarakat maupun lembaga kemasyarakatan dan memblow up apa saja proses penanganan korupsi yang sudah diselesaikan maupun yang sedang didalami termasuk yang sudah Dibuatkan Surat Pemberhentian Penanganan Perkara (SP3).

“Kami (Bara Aksi-red) mendesak Kejari yang dipimpin Risman agar menggelar konferensi press terkait ini semua, agar publik tahu” tegas Mantan Ketua BEM STT Pelita Bangsa periode 2015 – 2016.

Untuk membuat para pelaku Korupsi jera, Hidayat juga meminta Kejari melibatkan UU Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) dalam penanganan kasus jelasnya.

“Sejauh ini mereka (Kejari-red) tidak terbuka, apakah melibatkan Pasal TPPU apa tidak dalam penanganannya. Kalau pake Pasal TPPU sok sebutkan kasus apa? Follow money harus ditegakkan ” tutupnya. (norton)

One comment

  1. lha ini fotonya pas mubes wkwk

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Dirut RSUD Kertosono Diduga Ada Main dengan Oknum Anggota DPRD Dalam Penerimaan Dokter UGD

NGANJUK, TEROPONG – SEBAGAIMANA diberitakan oleh teropong dan warta hukum adanya dugaan dokter gadungan, menurut ...