Home / Sorot / Tidak Jelas Kompensasinya, Sudah 3 Hari Cafe Maupun Warkop Disekitar Lapangan Wijaya Kusuma Ditutup
Cafe maupun Warkop tempat cangkruan wartawan dan LSM di sekitar Jalan Wijaya Kusuma, terlihat lengang, karena sudah 3 hari di tutup

Tidak Jelas Kompensasinya, Sudah 3 Hari Cafe Maupun Warkop Disekitar Lapangan Wijaya Kusuma Ditutup

Yayan, Aktivis Sampang

SAMPANG, TEROPONG – AKIBAT dampak pencegahan virus corona (Covid-19), himbauan dari Pemerintah dan pembubaran oleh Satuan Tugas (Satgas) terhadap warga yang sedang cangkruan di Cafe maupun di Warkop.

Khususnya Warkop di sekitar Lapangan Wijaya Kusuma sudah 3 (tiga) hari di tutup dan terlihat lengang. Namun penutupan tersebut, tidak jelas kompensasinya dari Pemerintah.

Pantauan TEROPONG di lapangan, Kamis (26/3), sepanjang Jalan Nasional dan jalan Provinsi lalu lalang kendaraan bermotor roda empat dan roda dua tak terlihat seperti biasanya. Bahkan tempat-tempat seperti Cafe dan Warkop tutup di di sekitar Lapangan Wijaya Kusuma dan taman Kota yang biasanya ramai di jadikan berkumpul tidak ada pengunjung, alias sepi. Hanya satu, dua orang yang tampak terlihat. Bahkan pusat perbelanjaan juga lengang tidak seperti hari-hari biasa atau sebelumnya.

Menurut Yayan, salah satu Aktivis di Sampang mengatakan, penutupan Cafe maupun Warkop serta tempat-tempat perbelanjaan lainnya oleh Satgas Covid-19, jelas sedikit banyak telah berpengaruh pada perekonomian para pemilik Cafe dan Warkop dan yang lainnya.

“Yang kita pertanyakan, upaya apa yang di lakukan Satgas Covid-19 terhadap dampak ini. Karena yang kita lihat di lapangan, Satgas hanya mempunyai kebijakan untuk menutup sementara tanpa adanya solusi yang solutif dalam penanganan dampak penurunan pendapatan para pemilik usaha,” ujar Yayan.

Dia juga nenambahkan, khususnya bagi Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang Bidang Ekonomi yang di Koordinatori oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, apa aja yang telah ditangani dalam penerapan kebijakan penutupan sementara terhadap pemilik Cafe maupun Warkop dan pengusaha lainnya.

“Padahal, instruksi Presiden sudah jelas, meminta kepala masing-masing daerah harus menghitung kompensasi yang diberikan, untuk segala sesuatunya dari dampak sosial ekonomi masyarakat yang di akibatkan oleh Covid-19 yang saat ini sedang mengegerkan dunia.”

Menurut Ketua Satgas Kabupaten Sampang, H Yuliadi Setiawan mengatakan, kalau memang ada kesulitan terhadap teman-teman pedagang, ada perwakilan pedagang yang bisa menyampaikan lagsung kepada Bagian Ekonomi yang menangani itu, agar permasalahan dapat terpecahkan.

“Penutupan sementara itu, untuk menghindari perkumpulan, dan untuk mengantisipasi penularan Covid-19, dan itu tugas dari tim yang tergabung dalam Satgas. Namun sementara ini kita masih dalam zona hijau. Untuk keluhan pedagang agar langsung ke Bagian Ekonomi yang menangani itu,” pungkasnya. (pan)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Diliburkan Agar Jauh Dari Virus Corona, Malah Nongkrong Main Game Online di Bubarkan Polisi

SIDOARJO, TEROPONG-Puluhan pelajar di Sidoarjo, mereka rata-rata siswa SMP dan SMU yang sedang asyik main ...