Home / Utama / Bergerak Cepat, Pembunuh Fadilah Berhasil Ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo

Bergerak Cepat, Pembunuh Fadilah Berhasil Ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo

SIDOARJO, TEROPONG-Bergerak cepat, Tidak lebih dari 2 jam, pelaku pembunuhan terhadap Fadilah (47) warga RT 01 RW 03 Desa Ganting Kec. Gedangan berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo Rabu (26/2/2020).

Pembunuh dan menguras harta berharga korban itu adalah Totok Dwi Prasetyo (25) menantu anak nomor dua korban. Totok berhasil ditangkap oleh anggota Satreskrim yang mengepung rumah H. Qodir nenek pelaku di Dusun Malang Ganting RT 01 RW 03 Desa Ganting, yang tidak jauh dari rumah korban.

“Totok tega membunuh karena hutang uang senilai Rp 3 juta, tidak dikabulkan oleh mertuanya,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji.

Sumardji menjelaskan, uang Rp 3 juta rencananya akan dibuat untuk mengambil ijazah isteri pelaku atau anak kandung korban. “Karena hutang tidak diberi, pelaku kalap dan mencekik korban, lalu memukul dengan miniatur kapal bahan porselin dan tabung elpiji beberapa kali di bagian kepala,” ungkap Sumardji.

Tidak puas dengan itu, sambung dia, pelaku mengambil gunting lalu di tusuk-tusukan ke dada korban dengN maksud agar mengenai jantung korban dan meninggal. “Kurang ajarnya, pelaku juga menusuk-nusuk kemaluan korban dengan gunting yang dibawa pelaku. Ini perbuatan biadab sekali,” tukas Sumardji.

Pelaku mengaku tidak merencanakan pembunuhan terhadap korban. Akibat perbuatan itu, pelaku terancam Pasal 338 tentang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan. “Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas mantan Kabag Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu.

Totok Dwi Prasetyo (25) tergolong menantu almarhum Fadilah warga RT 01 RW 03 Desa Ganting Kec. Gedangan, manusia yang sadis.

Betapa tidak, usai membunuh korban Fadilah, mertuanya sendiri, pelaku keluar dari rumah korban, dengan santai berjalan lewat pintu depan menuju rumah nenek pelaku yang berada di sisi selatan rumah korban atau terpisahkan dengan sungai.

Korban yang bersimbah darah dengan luka disekujur tubuh, dibiarkan lalu ditinggal pergi. Pintu rumah korban ditutup kembali lalu dikunci dari luar.

“Kunci kemudian dibawa pelaku sambil meninggalkan korban terkapar,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji Rabu (26/2/2020).

Dalam melukai korban dari mulai mencekik leher mertua, korban menghindar lalu ditendang kakinya hingga terjatuh, kepalanya dikepruk miniatur keramik, dengan tabung elpiji lalu ditusuk-tusuk dengan gunting.

“Pelaku juga membawa kabur beberapa gelang perhiasan, cincin, ATM dan HP korban,” rinci Sumardji.

Akibat perbuatan itu, pelaku terancam Pasal 338 KUHP tentang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan, yang ancaman pidanananya maksimal 15 tahun kurungan penjara. (Somu)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Dana DBHCHT 2019 Rp 8,6 Miliar Untuk Dinas Kesehatan Kab. Nganjuk Diduga Tidak Tepat Sasaran

NGANJUK, TEROPONG – Dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakat (DBHCHT) yang bersumber dana dari ...