Home / Utama / Gakkum Tangkap 17 Kontainer Kayu, Belum Tetapkan Tersangka Resmi

Gakkum Tangkap 17 Kontainer Kayu, Belum Tetapkan Tersangka Resmi

SURABAYA, TEROPONG-Sekitar November 2019 Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Menangkap 17 kontainer (205,9 M3) Berisi kayu gergajian dari Maluku Tengah diduga ilegal, Hingga Februari 2020 hampir 4 bulan Gakkum belum menetapkan informasi resmi status tersangka.

Terkait yang disampaikan pihak petugas Gakkum KLHK wilayah Jabalnusra kantor Juanda sebelumnya, Adrianus Mosa sempat menyampaikan pada Tanggal November 2019 lalu kepada SKNTeropong.com.

“Oooya…sampai skrng tim penyidik masih mendalami….sdh memanggil beberapa saksi di antaranya perusahaan tujuan pengiriman kayu….utk saksi dr perusahaan pengirim baru dipanggil dan beberapa saksi lain.” ujarnya melalui pesan chating whatsapp.

“Setelah saksi2 ini sdh dimintai keterangan semua, barulah kita gelar perkara utk mengetahui arah dan kejelasan dr siapa2 saja pelaku pembalakan liar ini…
Jadi mohon kesabaran teman2 media, sy pastikan bahwa kasus ini pasti akan terungkap. Kami pastinya akan transparan, tp mohon pengertiannya krn ini masih dlm proses penyidikan.” Tambah koordinator tim yang menangkap kayu.

Berbeda waktu saat kembali dikonfirmasi, adrianus berupaya menjanjikan penanganan dengan janji akan di informasikan ke wartawan jika sudah ada yang ditetapkan tersangka.

“Slmt sore pa John…
Mohon maaf sy blm bisa jawab secara keseluruhan….jtn saat ini proses penyidikan masih berjalan, dan hr ini tim gabungan sedang olah TKP (lacak balak) di Wahai…mungkin senentara itu aja dulu ya….klo sdh ditetapkan TSK semua, segera saya info ke pa John dkk….Salam.” Tandasnya menjanjikan tahun lalu.

Namun berbeda janji informasi ketika disampaikan pada Rabu 12-Februari 2020 sesuai pada bulan ini, bahwa saat dikonfirmasi justru mengatakan telah ditangani pihak PPNS balai gakkum Surabaya.

“Mohon maaf sebelumnya pa…
Utk kasus 17 kontener di Sby, ditangani oleh PPNS dari Balai Gakkum Sby….
Mohon mas konfirmasi dgn PPNS di Balai Gakkum Sby…Tim saya melakukan penangkapan dan menyerahkan ke Balai Gakum Sby…
Demikian John.” kata adrianus yang mengaku kasus dilimpahkan ke penyidik gakkum surabaya.

Sesuai arahan pihak gakkum Adrianus Mosa agar wartawan mengkonfirmasikan ke Agus Mardianto selaku penyidik ppns gakkum surabaya, yang dikatakan sudah ditangani pihak gakkum surabaya, namun lagi lagi wartawan saat konfirmasi lanjutan ke Agus merasa tidak sesuai janji malah disuruh hubungi humas di jakarta.

“Mohon maaf kami hanya fokus di penyidikan hasil kerja kami dilaporkan ke Dir. Penegakan Hukum Pidana di jkt., silahkan hub humas gakkum di gedung manggala wanabakti.”jelas agus kepada SKNTeropong.com saat dikonfirmasi melalui whatsapp.

Sehingga dalam hal ini, Bahwa pihak pihak yang dianggap sebagai pemilik kayu belum ada informasi resmi terkait status tersangka.

Namun ironisnya, Diperoleh pula dari narasumber sementara bukan petugas gakkum, akan tetapi sudah mengetahui status tersangkanya.

“Sudah tapi hanya tersangka tapi tdk ditangkap.tdk diproses.”jelasnya mengakui dapat info.

Seperti diketahui, Kayu jenis merbau dan linggua angsana ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang diangkut oleh kapal motor Asia Pesona dari Pelabuhan Wahai, Maluku Tengah itu diduga berasal dari kawasan hutan yang berbatasan dengan Taman Nasional Manusela. Dengan rencana akan dibawa ke PT Wana Andalan Bersama Surabaya, PT. Muara Jati Jakarta dan PT Trias Surabaya.

Jika terbukti, pelaku dan pemilik kayu akan dikenakan Pasal 78 Ayat 2 Jo. Pasal 50 Ayat 3 Huruf c Angka 3 dan atau Angka 4 Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan/atau Pasal 86 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 12 Huruf i dan/atau Pasal 94 Ayat 1 Huruf c Jo. Pasal 19 Huruf d dan/atau Pasal 94 Ayat 1 Huruf d Jo. Pasal 19 Huruf f, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. (Saragih)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Penegakan Hukum Dalam Kerangka Penyelenggaran Pemerintahan Daerah dan Percepatan Pembangunan Daerah

JAKARTA, TEROPONG – Ketua DPD-RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dalam sambutannya pada pembukaan Seminar Nasional ...