Home / Utama / Pasien Terpapar Positif Covid-19 Asal Sedati Meninggal Dunia

Pasien Terpapar Positif Covid-19 Asal Sedati Meninggal Dunia

SIDOARJO, TEROPONG-Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dan kemudian perkembangan sepekan terpapar positif Covid-19 asal Sedati, meninggal dunia Rabu (25/3/2020).

Pasien yang terpapar tersebut sebelumnya menjalani perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit swasta di Sidoarjo.
Pasien positif Covid-19 ini sebelumnya sudah menjalani perawatan pada pekan lalu. Anaknya juga menjalani pemeriksaan di rumah sakit, namun esoknya pulang.

Kemudian disusul oleh korban yang dinyatakan PDP dan sampai tahap terpapar positif Covid-19 dan meninggal malam tadi.  “Anaknya pernah periksa katanya tidak apa, terus pulang ke rumah. Setelah anaknya pulang, bapaknya masuk rumah sakit pekan lalu itu,” kata satpam perumahan tempat tinggal korban.

Sumber itu menjelaskan, pasien Covid-19 yang meninggal punya riwayat penyakit diabetes. Pekan lalu masih dalam taraf PDP dan kemarin dinyatakan positif dan meninggal dunia.

Malam tadi, lanjut pria yang enggan namanya disebutkan itu, isteri dan anak korban yang pernah periksa, juga dievakiasi atau dijemput oleh pihak RSUD Sidoarjo.

“Isteri dan anaknya diduga melakukan kontak erat dengan pasien. Satu rumah itu dihuni bapak ibu dan anak,” terangnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji membenarkan adanya pasien terpapar Covid-19 asal Sidoarjo yang meninggal dunia.

“Sesuai SOP, korban harus di makamkan malam ini. Insya Allah korban akan dimakamkan di Makam Delta Praloyo Jalan Lingkar Timur Gebang Sidoarjo,” paparnya.

Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin dalam memimpin prosesi pemakaman pasien terpapar Covid-19, viral di media sosial dan group WhatsApp.
Wabup mengakui jika dalam pemakaman itu, hanya dilaksanakan 5 orang yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

Diantaranya dirinya, tim Dinkes dan tiga orang penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Delta Praloyo, Desa Gebang Kec. Sidoarjo. Dalam video yang berdurasi 2 menit 47 detik itu, Cak Nur terlihat menggunakan APD lengkap bersama empat orang lainnya.

Dikonfirmasi soal aksi heroik Wabup Sidoarjo, mengaku saat itu kondisinya sulit mencari tukang gali kubur.
Alasannya, rata-rata para penggali kubur ketakutan. Bahkan ada yang mau menggalikan saja, akan tetapi tak ikut prosesi pemakamannya.

“Tapi, alhamdulillah mereka (para penggali kubur) mau menggali dan menguburkan setelah saya bujuk. Yang jelas pemakaman itu seusai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan penderita Covid-19,” katanya Kamis (26/3/2020).

Cak Nur memaparkan dalam pemakaman itu dikuti lima orang. Selain dirinya ada dr Atok Ilah (Dinkes) serta tiga warga tukang gali kubur. Agar kasus ini tidak terulang, ia mengaku bakal melibatkan Satgas untuk menangani pemakaman jenazah warga terkonfirmasi Covid-19.

Seharusnya, sambung dia, ada Satgas untuk menangani persoalan pemakaman warga yang terpapar Covid-19 ini. Saya sudah konfirmasi Dinkes Surabaya untuk pemakaman karena jenazah korban ini warga Surabaya tinggal di Sidoarjo.

“Karena jenazah korban Corona harus dimakamkan dalam waktu 4 jam, maka kita makamkan selekasnya,” imbuhnya.

Cak Nur juga meminta warga Sidoarjo untuk tidak boleh ketakutan secara berlebihan. Selain itu juga tidak boleh terlalu berani. “Kami minta warga tetap tenang dan tinggal di rumah saja. Yang penting semua harus proporsional dan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan,” anjur dia. (Som/jok)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Dana DBHCHT 2019 Rp 8,6 Miliar Untuk Dinas Kesehatan Kab. Nganjuk Diduga Tidak Tepat Sasaran

NGANJUK, TEROPONG – Dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakat (DBHCHT) yang bersumber dana dari ...