Home / Utama / Pelayanan RS Haji Bobrok, Pasien Kelas 1 Disiksa di Ruang Kelas 2 Tanpa Kipas Angin
Ruang Stroke Corner dilaporkan penuh, padahal masih ada yang kosong

Pelayanan RS Haji Bobrok, Pasien Kelas 1 Disiksa di Ruang Kelas 2 Tanpa Kipas Angin

SURABAYA-Pelayanan Rumah Sakit Haji yang berada di Sukolilo, Surabaya, bobrok. Pasien BPJS kelas 1 yang semustinya ditaruh ke ruang Shofa kelas 1 di lantai 4, tapi ditempat di ruang Shofa kamar A di lantai 2. Pasien banyak yang mengeluh fasilitas ventiliasi berupa kipas angin yang tidak berjalan sebagaimana mustinya. Disisi lain ada dugaan bahwa kepala ruangan sengaja menjual beberapa unit tempat istirahat pasien untuk kepentingan pribadi.

Menurut pengamatan wartawan TEROPONG di ruang Shofa, pasien BPJS kelas 1 yang baru masuk, langsung ditolak untuk mendapatkan haknya di kamar kelas 1. Alasan petugas, bahwa kamar kelas 1 penuh. Karena terpaksa, pasien menyetujui untuk ditaruh di lantai 3 kamar kelas 2. Begitu sampai di lantai 3 kelas 2, keluarga pasien terkejut melihat fasilitas berupa kipas angin yang sudah rusak. Melihat fasilitas tersebut, keluarga pasien mengusulkan untuk dipindah di ruang stroke corner, namun dijawab oleh perawat bahwa ruang stroke corner lagi penuh. Begitu dilakukan pengecekan, ternyata ada 1 unit bed yang tidak ada pasiennya. Melihat keluarga pasien emosi dengan pelayanan di lantai 3 ruang Shofa, maka lapor ke Direktur RS Haji dr Adi, mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur.

Kendati instruksi Direktur RS Haji untuk segera memindahkan pasien keruangan stroke Corner, tetapi petugas medis tidak menggubris

Direktur RS Haji langsung menanggapi dan memerintahkan kepada kepala ruangan. Dalam kutipan WA yang diterima wartawan TEROPONG, kepala ruangan mau menjalankan perintah dr Adi. Namun prakteknya, kepala ruangan lantai 3, tidak mau menjalankan perintah Direktur RS Haji. Akibatnya, sejak Minggu malam (15/10) hingga Selasa (17/10), pasien BPJS kelas 1 disiksa diruang kelas 2 yang berisi 4 pasien dan 4 penunggu pasien, tanpa ada ventilasi kipas angin. Keluarga pasien emosi melihat kinerja kepala ruangan yang tidak melayani pasien dengan kondisi kritis. Melihat kinerja kepala ruangan kelas 2 di lantai 3, keluarga pasien menghubungi lagi Direktur RS Haji dr Adi.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, kamar di stroke corner lagi penuh,’ ujar dr Adi saat dihubungi keluarga pasien, Selasa (17/10).

Begitu melihat pasien bertambah kritis, dr Adi mulai mengambil tindakan untuk memindahkan pasien ke ruang stroke corner, Selasa (17/10) pkl 17.00. Beberapa perawat mulai sibuk menangani pasien stroke yang semakin kritis. Ironisnya, di ruang Shofa di lantai 3, tidak ada dokter yang mau menangani pasien yang dalam keadaan kritis. Pada malam hari pun tidak ada dokter jaga. Semua dipasrahkan ke perawat. Sementara setiap pkl 24.00, semua perawat balapan tidur.

Dengan didampingi doker, para perawat mulai terlihat sibuk menangani pasien kritis. Mendapat laporan bahwa pasien dalam keadaan kritis, Direktur RS Haji langsung memerintahkan untuk dikirim ke ruang ICCU. Ironisnya lagi, perintah dari dr Adi lagi-lagi tidak digubris.

Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Melihat pasien yang semakin kritis, perawat baru melaporkan ke dr Adi. Seketika itu, pasien dilarikan ke ruang ICCU. Rabu (18/10) pkl 11.30, pasien dinyatakan meninggal. Dengan emosi, keluarga pasien minta kepada perawat di ICCU untuk menghubungi dr Adi, namun hal itu tidak dilakukan perawat maupun dokter di ICCU. “Kami tidak dihubungi sama petugas medis yang ada di ruang ICCU. Nanti kami bantu untuk membawanya ke kamar jenasah,” ujar dr Adi.

Selang beberapa jam kemudian, keluarga pasien berusaha meminjam mobil jenasah dari RS Haji. Tapi laporan yang diterima keluarga pasien bahwa 3 unit mobil jenasah dalam keadaan rusak. Seketika itu keluarga pasien yang meninggal menghubungi dr Adi. “Memang betul kalau 3 unit mobil jenasah rusak,” ujar dr Adi.

Melihat pasien yang meninggal akibat disiksa oleh kepala ruangan, maka keluarga pasien akan melayangkan gugatan ke RS Haji. (yok)

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Penegakan Hukum Dalam Kerangka Penyelenggaran Pemerintahan Daerah dan Percepatan Pembangunan Daerah

JAKARTA, TEROPONG – Ketua DPD-RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dalam sambutannya pada pembukaan Seminar Nasional ...