Home / Utama / Proyek TPT Di Desa Balonggede Disinyalir Sarat Penyimpangan

Proyek TPT Di Desa Balonggede Disinyalir Sarat Penyimpangan

baching-plant-bjg-734BOJONEGORO, TEROPONG – Tembok Penahan Tanah (TPT) adalah suatu bangunan yang berfungsi untuk menstabilkan kondisi tanah yang labil. Dalam pelaksanaan pekerjaanya pun dituntut sebuah perencanaan dan pengawasan yang maksimal, agar tujuan perencanaan dan outcomes (manfaat) jangka panjang dari pekerjaan tersebut dapat terealisasi.

Tapi dalam kenyataanya, masih banyak ditemukan proyek TPT yang masih menunjukkan kualitas yang belum sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati bersama dalam Perjanjian Kontrak Kerja.

Seperti pembangunan TPT di Desa Balongcabe, Kecamatan Kedungadem. Proyek yang pelaksanaanya dikerjakan oleh CV. Hanaiputa dengan nilai kontrak Rp96 juta tersebut, banyak ditemukan item volume pada satuan pekerjaanya yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang di dalam kontrak kerja.

Dalam pelaksanaan pekerjaan TPT tersebut, ditemukan item penulanganya yang tidak spesifikasi. Besi tulangan pokok dan tulangan bagi yang semestinya menggunakan besi dengan diameter 8 mm, tapi yang terpasang dalam pekerjaan tersebut ternyata besi dengan hanya diameter 7.34 mm.

Begitupun dengan jarak antar sisi penulangan, yang seharusnya berjarak 15 cm, ternyata didalam pelaksanaan pekerjaan TPT yang order betonnya di perusahaan Butching Plant Mahir Beton (MB)tersebut, jaraknya mencapai hingga 20 cm.

betoneser-734Bambang Pujianto, selaku Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan jembatan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro, yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) saat dikonfirmasi oleh wartawan Suratkabar Nasional TEROPONG, Kamis (22/9) membenarkan perihal tidak spesifikasinya pekerjaan TPT tersebut. ”Setelah kita memanggil konsultan pengawas, memang ditemukan penulangan yang tidak sesuai spesifikasi,“ jelasnya. ”Secepatnya kita akan hitung ulang penulanganya dan menambahkan volume pada pekerjaan TPT tersebut,“ imbuh Bambang.

Sementara itu, CV Eka Karya Consultant, selaku Konsultan Pengawas pekerjaan TPT tersebut berkilah, “Rekanan pelaksananya sudah di ingatkan beberapa kali, tapi masih saja bandel,“ pungkasnya.

Seperti diketahui, penulangan pada pelaksanaan pekerjaan TPT Desa Balongcabe, Kecamatan Kedungadem tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada perjanjian kontrak kerja yang telah disepakati semua pihak.Intensitas pengawasan yang minim dan indek profesionalitas kerja yang lemah dari pihak konsultan pengawas maupun pihak monitoring dinas, disinyalir sebagai faktor utama munculnya permasalahan tersebut. (budi)

 

 

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Baca Juga

Dana DBHCHT 2019 Rp 8,6 Miliar Untuk Dinas Kesehatan Kab. Nganjuk Diduga Tidak Tepat Sasaran

NGANJUK, TEROPONG – Dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakat (DBHCHT) yang bersumber dana dari ...