SAMPANG, TROPONG – Banyaknya temuan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) oleh Badan Anggara (Banggar) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Sampang ketika rapat dengan Banggar dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) tahun 2024.Kamis (16/11).
Anggota DPRD Sampang, Alan Kaisan saat sedang rapat Badan Banggar anggota DPRD dengan Dinkes dan KB Kabupaten Sampang . Bertempat di ruang Sekretaris Komisi III Kantor DPRD, Beralamat di Jalan Wijaya Kusuma, Kabupaten Sampang.
Menurut Alan, sapaan akrabnya, ada beberapa program yang dianggap tidak efektif dan tidak pro terhadap masyarakat. Sebab banyaknya anggaran, namun yang nyampek ke masyarakat tidak sesuai.
“Program di Dinkes dan KB Sampang, yang kami minta untuk di revisi kembali, seban kami anggap kegiatan itu merupakan kegiatan seremonial saja, banyak anggaran tapi yang sampai pada masyarakat tidak sesuai dengan RKA,” ungkap Alan.
Politisi Partai Gerindra itu, menyebutkan program yang di maksud salah satunya adalah, program sosialisasi kepada masyarakat, serta adanya rapat yang dianggap terlalu banyak dan menguntungkan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) saja.
“Contoh salah satunya adalah, program Ibu hamil yang menghabiskan anggaran hingga Rp 246 juta, dengan target 16.455 rang ibu hamil, kemudian isinya tidak sesuai dengan target dan kinerjanya,” sebutnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan menambahkan, kalau anggaran yang dimaksud itu tidak sesuai atau tidak nyampek sepenuhnya kepada masyarakat, melainkan jadi bancakan bagi instansi di Dinkes dan KB Kabupaten Sampng.
“Bahkan rencana kegiatan tersebut, hanya terserap untuk cetak buku 6 ribuan saja, terhitung kurang kebih Rp 140 juta saja, sedangkan sisa anggaran itu, untuk rapat dan perjalanan dinas, ketika kami simpulkan itu tidak sesuai dengan target kinerja, maka RKA harus dilakukan revisi ulang,” pungkasnya.(pan)