SURABAYA, TEROPONG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur (Bakesbangpol Jatim) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten/Kota Se Jawa Timur, Selasa 25 Februari 2025 kemarin.
Ketua Panitia, Dian Puspitasari Hayuningtyas, S.STP., MA (Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan Dan karakter Bangsa) dalam laporannya mengatakan, forum ini mempunyai maksud penyelenggaraannya adalah mengkoordinasikan fungsi dan kegiatan penyelenggaraan pembauran kebangsaan. Sedangkan tujuannya adalah, menjalin silaturahmi serta kerjasama FPK Provinsi dengan FPK Kabupaten/Kota se Jawa Timur menghimpun dan menggali informasi keberadaan FPK Kabupaten/Kota di Jawa Timur serta mendukung dan menyesuaikan program kegiatan selaras dengan pemerintah.
Kegiatan in dilaksanakan secara daring dan luring pada tanggal, 24 Februari 2025 bertempat diruang rapat lantai III Bakesbangpol, Jalan Putat Indah Nomor 1 Surabaya. Pesertanya Kepala Bekesbangpol Kabupaten/Kota se Jawa Timur dan ketua FPK Kabupaten/Kota se Jawa Timur, FPT Provinsi jawa Timur.
Sementara Kepala Badan Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM, dalam sambutannya selain menyinggung tentang efisiensi anggaran, juga menekankan Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya.
Eddy Supriyanto mengatakan, Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya menjadi dasar utama dalam membangun persatuan dan keharmonisan masyarakat Jawa Timur.
Kata Eddy Supriyanto, Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya: Delapan prinsip fundamental untuk menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat terutama pada Asta Cita ke-8. Nawa Bhakti Satya: Sembilan program utama dalam membangun Jawa Timur yang lebih maju, harmonis, dan berdaya saing terutama pada Jatim Harmoni ke-9.
Yang harus dilakukan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) ada 5 (lima) poin, kata Eddy Supriyanto menekankan. Pertama: Memfasilitasi, membina, dan mengoordinasikan penyelenggaraan pembauran kebangsaan; Kedua: Menjaring aspirasi masyarakat; Ketiga: Menjadi wadah dialog dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait; Keempat: Menumbuhkan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati, dan saling percaya diantara anggota masyarakat dari berbagai ras, suku dan etnis; dan Kelima: Membina dan memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, Eddy Supriyanto, juga juga menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi agar tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat. “Jangan sampai anak bangsa saling mencela. Penting bagi kita untuk saling menghargai,” kata Kepala Bakesbangpol Jatim ini sembari meminta daerah yang belum memiliki FPK untuk segera membentuknya.
Eddy Supriyanto juga menyampaikan, bahwa efisiensi dalam berorganisasi juga harus diperhatikan. Oleh karena itu, rapat-rapat yang tidak terlalu mendesak dapat dilakukan secara daring, sementara pertemuan langsung lebih difokuskan pada kegiatan strategis. “Kami sebenarnya sudah punya program Cangkrukan sederhana dan podcast sebagai media komunikasi,” ujarnya.
Sementara Ketua FPK Provinsi Jawa Timur, Amiruddin Pase menegaskan, kolaborasi dan inovasi program FPK harus menjadi fokus utama ke depan, sembari menambahkan, pentingnya peran aktif FPK dalam pendidikan dan sosialisasi kerukunan antar suku dan etnis guna mencegah konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat. “Tahun 2025, mari kita semakin menguatkan kolaborasi untuk menghindari konflik sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas bangsa,” tegas Ketua FPK Jatim, Amiruddin Pase.
Sebagai bagian dari program kerja FPK Jawa Timur, beberapa langkah konkret yang akan dilakukan di antaranya Amiruddin Pase mengungkapkan 2 (dua) program. “Antara lain mengadakan pelatihan dan workshop bagi generasi muda tentang pentingnya toleransi, kerukunan, ilai-nilai kebangsaan serta menggelar dialog kebangsaan di setiap kabupaten/kota sebagai upaya mempererat persatuan di tengah masyarakat yang beragam,” ujarnya
Dalam sesi interaktif, Gus Bayhaqi Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Zaini Ketua FPK Kabupaten Gresik, Ninik Ketua FPK Kota Batu, Rahman Fuad Rahmad Ketua FPK Kota Malang, Haryanto Ketua FPK Kabupaten Magetan, Hifzon, Sekretaris FPK Kota Surabaya, Supoyo Ketua FPK Kabupaten Probolinggo menyampaikan pandangan-pandangan untuk perkembangan FPK, dan interaksi langsung ditanggapi Eddy Supriyanto, Kepala Bakesbangpol Jatim, dan Amiruddin Pase, Ketua FPK Provinsi.
Dalam dialog interaktif ini juga menyinggung isu berita hoaks soal penggunaan dana hibah. Terkait hal ini, Eddy Supriyanto, dam Amiruddin Pase secara gamblang menjelaskan dan tidak ada salah apapun, termasuk prosedur. Semua sesuai dengan aturan. “Masalah tanda tangan, itu tidak ada yang salah memang boleh diambil sendiri oleh ketua,” jelas Eddy Supriyanto.
Sementara itu, Ketua FPK Amiruddin Pase dengan tegas mengatakan, bahwa isu penyalahgunaan dana itu adalah fitnah besar, ujarnya didalam rakor Bakesbangpol Jatim dengan FPK se Jatim.
Ketua FPK Jatim 2024 – 2029 Dengan Tegas Membantah
Terkait berita hoaks yang dimuat salah satu media online, Ketua FPK Jatim, Amiruddin Pase, memberikan klarifikasi mengenai berita yang beredar terkait dugaan penyimpangan dana hibah.
“Saya menegaskan bahwa berita tersebut adalah pembohongan publik yang tidak didasarkan pada konfirmasi kepada saya sebagai Ketua. Dan berita tersebut dibuat oleh oknum internal yang tidak puas terhadap kepentingan pribadinya,” tegas Amiruddin Pase, Selasa malam, 25 Februari 2025.
“Kami telah menjalankan segala prosedur dan ketentuan yang berlaku dengan transparan dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Kami selalu berkomitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab kami dengan integritas dan transparansi,” ujar Amiruddin Pase. (bas)


