SURABAYA, TEROPONG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Wanita Kristen Indonesia (HUT PWKI) Ke 79, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PWKI Jawa Timur, Senin 10 Maret 2025 kemarin, mengadakan Seminar Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, dengan nara sumber Ibu Niken Mahendra, Aktifis Perlindungan Perempuan dan Penyintas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.
Pelaksanaan Seminar ini diadakan di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Eben Haezer, Jalan Ambengan Nomor 2 Kota Surabaya. Pelaksanaan Seminar dimulai pada pukul 09.00 pagi sampai pukul 14.00 WIB, dengan 3 (tiga) sesi. Dan pelaksanaan sesi ke 3, tanya jawab ini dilaksanakan seusai makan siang.
Sesi I (Pertama) dengan tema “Mematahkan Keheningan Dan Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan’. Sedang pada sesi ke 2 (dua) dengan tema “Menjadi Perempuan Berdaya Dan Bahagia Tanpa Kekerasan.
Sebelum pelaksanaan Seminar di mulai, terlebih dahulu Ibu Ayu Kartika Tahalele selaku Ketua Panitia dalam sambutan mengucapkan terimakasih kepada Pdt. Triyogo Setyatmoko berserta Majelis GSJA Eben Haezer.
Ketua Panitia juga mengucapkan terimakasih kepada Pdt. Drg. Varina Santoso selaku Ketua dpd PWKI Jawa Timur, juga kepada seluruh jajaran Pengurus DPD PWKI Jawa Timur, dan Ketua dan Pengurus semua DPC yang ada di Jawa Timur.
Ketua Panitia juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan, yang terdiri dari dedominasi gereja-gereja yang ada di Kota Surabaya.
Menurut sumber informasi, jumlah kehadiran tamu undangan sekitar 275 orang. Pelaksanaan Seminar ini juga diwarnai beberapa stand Bazar.
Pada sesi I dan II, tampak Ibu Niken Mahendra selaku nara sumber begitu semangat memberikan pemaparan tentang Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Begitu juga para peserta seminar, tampak begitu serius
mendengarkan apa yang disampaikan dan penjelasan dari Ibu Niken Mahendra. Pada sesi I selesai, panitia mengajak peserta untuk break sambil minum kopi dan makanan ringan, yang sudah disediakan oleh panitia. Dan selesai pada sesi ke 2, juga diadakan game, dan juga ada pembagian doorprize.
Ibu Niken Mahendra ketika dikonfirmasi
Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG di lokasi seminar mengatakan, bahwa hari ini kita membahas tentang bagaimana mematahkan keheningan terkait kekerasan anak dan perempuan. Tetapi disini tidak hanya bicara tentang KDRT (kekerasan dalam rumah tangga,red). Banyak orang berpikir bahwa ketika berbicara KDRT, padahal kekerasan terhadap anak dan perempuan itu banyak banget ya, ada bullying, adan cyber bullying, ada KTD (kehamilan tidak dikehendaki,red), ada juga grooming online, imbuhnya.
Dia juga menambahkan, nah hari ini kita bicara banyak tentang kekerasan terhadap perempuan, bagaimana teman-teman perempuan bisa mematahkan semua itu dengan berani untuk berbicara memahami apa yang terjadi pada dirinya, dan tahu bagaimana cara meminta pertolongan. Dan tahu bagaimana cara menghadapi ketika mereka sendiri tidak ada siapapun, kata Niken Mahendra, Aktifis Perlindungan Perempuan dan Penyintas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini.
Ketika disinggung terkait kekerasan perempuan dan anak sekarang ini, Ibu Niken Mahendra mengatakan, bahwa kekerasan perempuan dan anak zaman sekarang ini semakin menggila, fenomenanya semakin tinggi, tetapi bersamaan dengan itu kemampuan teman-teman perempuan dan anak untuk mengatasi juga semakin meningkat. Itu semua bisa terjadi karena adanya edukasi dan adanya kesadaran bahwa mereka adalah korban yang membutuhkan pertolongan.
Nah, kata Ibu Niken Mahendra, salah satunya acara kita hari ini memahamkan teman-teman perempuan untuk mengetahui bahwa mereka itu sebetulnya korban, tetapi mereka juga seorang perempuan yang bisa mendukung perempuan yang lain pada saat ada orang-orang disekitarnya, perempuan dan anak yang menjadi korban.
Ketika disinggung TEROPONG kekerasan perempuan dari segi Alkitab, Aktifis Perlindungan Perempuan dan Penyintas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini dengan tegas mengatakan, disini ayat yang kami ambil adalah Galatia 3:26-28, dimana disini berbicara tentang semua orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan, salah satunya terhadap kekerasan terhadap anak dan perempuan. Jadi disini, Tuhan mengatakan bahwa kita semua adalah tidak ada satupun manusia bisa berkuasa atas manusia lainnya.
Jadi seperti orang tua tidak bisa semena-mena terhadap anaknya, seorang suami tidak bisa semena-mena pada istrinya, karena bagi kita kasih itu adalah segalanya. Dan seseorang yang memilih kasih tidak akan melakukan kekerasan terhadap orang-orang disekelilingnya, apalagi orang-orang yang dikasihinya.
Selain diwarnai Bazar, begitu selesai seminar, acara ini juga diwarni peniupan lilin pada kue ulang tahun ke 79. Dan pdt. Triyogo Setyatmoko mendoakan semua Pengurus DPD PWKI Jawa Timur.
Sebagai Penutup HUT PWKI Ke 79, Ketua DPD PWKI Jawa Timur, drg. Varina Santosa dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada nara sumber yang sudah memberikan pemaparan tentang kekerasan perempuan dan anak.
Ketua DPD PWKI Jatim ini juga mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan, yang terdiri wakil-wakil dari organisasi wanita kristen yang ada di kota Surabaya, dan juga dari dedominasi gereja-gereja.
Acara ditutup dengan Doa yang disampaikan oleh Pdt. Triyogo Setyatmoko, Gembala GSJA Eben Haezer, jalan Ambengan nomor 2 kota Surabaya. (taropongsada)












2 comments
Waw….keren👍👍👍,
Maju terus untuk PWKI semakin terus dan terus lebih dasyat dalam pelayanan. Tuhan Yesus Memberkati.🙏
Waw..sangat luar biasa👍👍👍
Maju terus PWKI,sampai ke pelosok daerah seluruh indonesia.
Tuhan Yesus memberkati.🙏