JOMBANG, TEROPONG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam tahun anggaran (TA) 2025 telah mengalokasikan anggaran dari APBN dengan Pagu/HPS Rp.279.961.000.000,- untuk paket pekerjaan konstruksi “Rehabilitasi Bendung Jatimlerek”.
Paket pekerjaan konstruksi dibawah Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (Satker PJPA) Brantas ini, dimana pada tahap tender terdapat 68 perusahaan penyedia jasa konstruksi yang ikut mendaftar sebagai peserta tender. Sedangkan pada tahap penawaran, terdapat hanya 3 (tiga) perusahaan penyedia jasa yang melakukan penawaran, masing-masing: 1)PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.268.414.019.193,66; 2)PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.274.388.646.923,99; dan 3)PT. Minarta Dutahutama dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.275.201.600.000,00.
Sedangkan pada tahap evaluasi penawaran, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.268.414.019,66, harga negosiasi Rp.268.334.856.768,66 dinyatakan sebagai Pemenang.
Sedangkan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.274.388.646.923,99, tidak lolos dengan alasan “Tidak lulus Pembuktian Kualifikasi dikarenakan tidak dapat membuktikan pengalaman yang dapat ditangani secara bersamaan terbanyak sehingga nilai SKP kurang”. Begitu juga PT. Minarta Dutahutama dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.275.201.600.000,00 tidak lolos dengan alasan “Kapasitas vibro hammer yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam dokumen pemilihan. Pengalaman personel Manajer Teknik 1 dan Manajer Teknik 2 kurang dari persyaratan yang ditentukan”.
Dan pemenang untuk paket pekerjaan konstruksi “Rehabilitasi Bendung Jatimlerek” yang dibiayai dari APBN ini adalah PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, alamat Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 – Jakarta Timur, dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.268.414.019.193,66 harga negosiasi Rp.268.334.856.768,66.
Melihat dari uraian pekerjaan disebutkan, Bendung Jatimlerek merupakan bendung karet pertama yang dibangun di Sungai Brantas, mulai dibangun pada tahun 1989 dan diselesaikan pada tanggal 27 November 1992.
Bendung karet Jatimlerek pernah mengalami beberapa kali perbaikan akibat kebocoran. Kejadian ini mengakibatkan terganggunya pemberian air irigasi. Pada tahun 2016, BBWS Brantas telah melakukan penggantian badan karet dengan karet yang baru, akan tetapi permasalahan kebocoran masih terus terjadi, terakhir kebocoran terjadi pada karet bentang no 6. kondisi tersebut menyebabkan elevasi air Sungai Brantas di bagian hulu bendung mengalami penurunan, sehingga air tidak dapat masuk ke Intake Saluran Irigasi Jatimlerek.
Untuk itu, BBWS Brantas akan melakukan Rehabilitasi Bendung Jatimlerek, adapun lingkup pekerjaanya meliputi: 1)Pekerjaan Persiapan; 2)Pekerjaan SMKK; 3)Pekerjaan Coverdam; 4)Pekerjaan Tanah; 5)Pekerjaan Perkerasan Berbutir dan Aspal; 6)Pekerjaan Struktur; 7)Pekerjaan Pemancangan; 8)Pekerjaan Armor; 9)Pekerjaan Pembongkaran; 10)Pekerjaan Bendung Karet dan Pelengkapnya; dan 11)Pekerjaan Lain – Lain.
Agung Prayudha, S.T., MPSDA — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa (Irwa) II, Satker PJPA Brantas ketika dikonfirmasi Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG dan Media Online Modus Operandi di kantor Balai Besar Wilayah Sunbgai (BBWS) Brantas, Rabu (31/12/2025) siang, membenarkan paket pekerjaan konstruksi ini, Pemenangnya adalah PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk ber-KSO dengan PT. JET.
Untuk penandatanganan kontrak dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2025 lalu. Dan uang muka sudah dicairkan sebesar 15% dari nilai kontrak, ujar PPK ini, sembari menambahkan, semua karet akan dilakukan penggantian begitu juga bangunan eksistingnya akan dibongkar, dan termasuk panel-panel yang ada akan diganti.
Untuk pekerjaan karetnya akan menggunakan dengan model Pneumatic Spillway Gate. Dan juga akan dibuatkan Sudetan, sesuai metode pekerjaan, ujar Yudha panggilan Agung Prayudha.
Sementara hasil penelusuran Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG dilapangan, Jumat (2/1/26) siang, dimana pihak kontraktor (PT. Wijaya Karya) sudah mulai melakukan pekerjaan awal dengan membuat/membuka jalan. Hal ini dapat dilihat di Desa Pacarpeluk terlihat 1 unit bachoe dan loader sudah berada dilapangan untuk melakukan kegiatan clearing/membersihkan dan merapikan untuk dibuat jalan (sebelah tanggul), habis itu kita timbun dengan limestone setinggi 30 cm. Limestonenya kita ambil dari Tuban, ujar Budi Susanto yang mengaku sebagai Pelaksana Lapangan dari PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, sembari menambahkan, bahwa pembukaan jalan sepanjang 6 km.
Ketika disinggung rencana berapa hari bisa selesai, mudah-mudahan cepat, perkiraan saya 2 (dua) minggu selesai, ujarnya sembari mengatakan lebar jalan 5,5 meter – 6 meter.
Dan menurut informasi pelaksanaan pekerjaan ini sudah berjalan sekitrar 2 (dua) minggu.
Dan melihat daeri sumber data yang berhasil dihimpun Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG, Bentang Bangunan eksisting Bendung Karet Jatim Mlerek ada 6 (enam) bentang. Bentang nomor 1 panjang 6,5 meter; Bentang nomor 2 panjang 6,5 meter; Bentang nomor 3 panjang 11,75 meter; Bentang nomor 4 panjang 16,5 meter; Bentang nomor 5 panjang 27,5 meter, dan Bentang nomor 6 panjang 68,75 meter. (bachtiar)



