PROBOLINGGO, TEROPONG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) lewat Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Timur (Jatim), dalam tahun angaran 2023 mengalokasikan anggaran APBN untuk paket pekerjaan “Pengadaan Sarana dan Prasarana Persampahan Kabupaten Probolinggo” dengan nilai pagu/ HPS Rp.7.250.000.000,00.
Untiuk paket pekerjaan ini, dimana padaa saat tender terdapat 130 perusahaan pemnyedia jasa konstruksi mendaftar sebagai peserta tender. Dan pada tahap penawaraan terdapat 9 (sembilan) perusahaan penyedia jasa konstruksi yang melakukan penawaran. Pada tahap evluasi panawaran, dari 9 perusahaan penyedia jasa konstruksi yang melakukan penawaran, ditetapkan PT. Prakarsa Teknbik Utama, alamat Jalan Perintis Kemerdewkaan 1`32/154, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah, sebagai Pemenang, dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.5.835.800.180,00.
Paket pekerjaan ini dibawah Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Timur, yang Kepala Satuan Kerja (Kasatker) nya adalah Any Virgyani, ST., MT, dan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Sanitasi, yang dijabat oleh Fenty Ariniyanti Mamik, ST., MT.
Kasatker Any Virgyani, ST., MT ketika dikonfirmasi lewat whatss app (WA), Kamis (16/5/2025) membenarkan bahwa paket ini dibawah Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Timur.
Ketika disinggung sudah berapa prosen progressnya, Any Virgyani mengatakan, bahwa progress sudah 82,5% (17/5/24).
Latar Belakang
Kabupaten Probolinggo adalah salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur dengan perkembangan potensi yang dianugerahi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Wilayah administrasi Kabupaten Probolinggo mencakup 24 kecamatan dengan jumlah penduduk sebanyak 1.151.862 jiwa (2021). Pertumbuhan jumlah penduduk yang besar akan berbanding lurus dengan jumlah timbunan sampah atau limbah yang dihasilkan. Hal itu perlu diperhatikan karena akan berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) adalah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dimana Kabupaten Probolinggo masih termasuk di dalam wilayah adminsitrasinya. Maka otomatis pemerintah kabupaten probolinggo memiliki tanggung jawab untuk mengelola kawasan tersebut.
KSPN BTS adalah kawasan pariwisata dimana didalamnya terdapat perpaduan budaya Tengger dengan wisata alam pendakian gunung yang indah ditambah dengan adanya atraksi pengawetan flora fauna yang dikenal hingga dunia internasional. Namun dari segala keindahan dan prestasinya tersebut mengiringi pula berbagai permasalahan yang secara alami tidak dapat dihindari. Salah satu dari beberapa permasalahan yang perlu menjadi prioritas adalah permasalahan sampah.
Kawasan pariwisata apalagi yang berskala internasional sudah selayaknya memiliki lingkungan yang nyaman dan bersih, sehingga para wisatawan tertarik dan betah berlama-lama menikmati keindahan kawasan pariwisata ini. Kondisi lingkungan yang buruk dan kotor akan berdampak negatif pada minat wisatawan untuk datang dan pada akhirnya membuat perputaran ekonomi di wilayah tersebut menurun.
Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan – Kawasan Boromo Tengger Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, menjelaskan bahwa pelaksanaan percepatan pembangunan pada kawasan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing kawasan yang berdampak pada investasi dan peningkatan ekonomi nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pembangunan sektor pariwisata khususnya pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) dan Kawasan pendukung sekitarnya yang semakin pesat, membutuhkan dukungan pengelolaan sampah dan sanitasi yang memadai, sebagai bagian dari rencana induk pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.
Adapun kondisi eksisting pelayanan persampahan Pemerintah kabupaten Probolinggo untuk wilayah KSPN BTS adalah timbulan sampah yang berasal dari area KSPN BTS di kumpulkan di 5 (lima) titik TPS yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Sukapura, lalu diangkut menggunakan kenderaan transportasi Dump Truk menuju TPA Seboro yang berada di Kecamatan Krejengan dengan rute sepanjang 64,7 Km dan jumlah ritasi sebanyak 1 kali per hari.
Jumlah timbulan sampah yang diangkut dari wilayah KSPN BTS rata-rata mencapat kurang lebih 16 ton per hari. Timbunan sampah diangkut dalam kondisi masih tercampur karena upaya pemilahan dan pemanfaatan sampah di wilayah ijni memang belum dilakukan dengan maksimal.
Kondisi TPA Seboro sendiri pun kurang ideal. TPA dengan luas total 5,10 Ha (3,7 Ha sellandfill) ini sudah hampir memasuki batas umur pakainya di tahun 2023. Selain itu prasarana yang tersedia di TPA Seboro pun sangat terbatas sehingga pengelolaan sampah menjadi tidak maksimal.
Saat ini hanya terdapat 1 unit excavator yang dapat beroperasi. Kondisi ini sangat tidak sebanding dengan beban sampah yang masuk ke TPA Seboro setiap harinya. Penggunaan hanya satu unit excavator dengan beban kerja yang berat secara terus menerus juga akan berakibat buruk pada kondisi alat itu sendiri, yang akan menyebabkan umur pakainya menjadi tidak maksimal. Apalagi jika ditambah dengan tidak dilaksanakannya pemeliharaan yang terjadwal yang baik.
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan tambahan prasarana persampahan untuk mendukung penanganan Sanitasi di Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS) dan meningkatkan pengelolaan sampah di kabupaten Probolinggo secara umum.
Alat berat yang tersedia saat ini di TPA Sampah Seboro, antara lain:
| No | Nama alat | Jumlah | Kondisi |
| 1 | Wheel loader | 1 Unit | Non Operasional |
| 2 | Hydraulic excavator | 1 Unit | Baik |
| 3 | Bulldozer | 1 Unit | Non OPerasional |
Kebutuhan alat yang dibutuhkan:
| No | Item yang dibutuhkan | Kuantitas | Keterangan |
| 1 | Dump Truk | 2 Unit | Untuk mengakiut sampah dari Kawasan Wisata INBTS menuju TPA Sampah Seboro |
| 2 | Bulldozer | 1 Unit | Untuk Operasional TPA Sampah Seboro |
| 3 | Excavator Long Arm | 1 Unit | Untuk Operasional TPA Sampah Seboro |
Maksud dan Tujuan
Mendukung sektor pariwisata pada KSPN TNBTS dengan pengadaan alat berat dan alat angkut pengeloaan persamp[ahan guna meninhglkatkan kinerja operasional TPA agar tercipta kawasan yang nyaman, bersih dan sehat. (bas)


