SURABAYA, TEROPONG – Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (Kasatker PJSA) Brantas, Haryo Primabodo, Plt. Kepala Bidang PJSA BBWS Brantas, Ariesto Krestiadi, S.T., M.Eng, PPK Sungai dan Pantai (Supan) I, Ima Solikhati, bersama jajarannya, dan Kontraktor Pelaksana: Nindya – Indoteknik, KSO; Konsultan Supervisi: PT. Brahma Seta Indonesia- PT. Inakko Internasional Konsulindo – PT. Ika Adya Perkasa (KSO) melakukan cek lapangan sebelum dilakukan pelaksanaan pekerjaan di salah satu zona, Senin siang (18/5) kemarin.
Dilokasi ini, pihak Kontraktor Pelaksana memberikan penjelasan kepada Kasatker PJSA, Kabid PJSA dan PPK Sungai dan Pantai I terkait akan dilaksanakan pekerjaan. Begitu juga sebaliknya, pihak Pengguna Jasa pun memberikan penjelasan kepada kontraktor pelaksana dan supervisi tentang apa yang harus dilaksanakan lebih dulu.
Di zona ini pun, pihak kontraktor pelaksana pun mengajak pihak pengguna jasa untuk melihat lokasi pendirian direksi kitt. “Nanti disini lokasinya kita akan mendirikan direksi kitt,” ujar pihak Kontraktor Pelaksana sembari menambahkan bahwa Kantor direksi kitt nantinya menggunakan modular yang akan kita datangkan dari Jakarta.
Menanggapi masalah ini, Kasatker PJSA Haryo Primabodo dengan tegas mengatakan, agar segera dilakukan pemasangan direksi kitt. Dan begitu juga masalah CCSP dari Vendor harus di cek dengan teliti baik dari pabrik maupun ketika tiba dilokasi, apakah sudah sesuai dengan spek dalam dokumen kontrak, tegas Haryo.
Selanjutnya, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (Kasatker PJSA) Brantas, Haryo Primabodo, Plt. Kepala Bidang PJSA BBWS Brantas, Ariesto Krestiadi, S.T., M.Eng, PPK Sungai dan Pantai I, Ima Solikhati, bersama jajarannya, dan Kontraktor Pelaksana: Nindya – Indoteknik, KSO; Konsultan Supervisi: PT. Brahma Seta Indonesia- PT. Inakko Internasional Konsulindo – PT. Ika Adya Perkasa (KSO) melakukan cek lapangan ke zona selanjutnya.
BBWS Brantas – Pemkot Surabaya Bersinergi Antisipasi Banjir di Kali Kedurus
Permasalahan banjir perkotaan masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Surabaya, termasuk pada kawasan Kali Kedurus dan Bozem Kedurus. Optimalisasi fungsi sungai dan bozem menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan Kota Surabaya terhadap risiko banjir. Oleh karena itu, diperlukan penataan kawasan secara terpadu agar aliran air tetap lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan.
Sebagai langkah antisipasi, BBWS Brantas bersama Pemerintah Kota Surabaya menggelar pertemuan di Ruang Kerja Walikota Surabaya guna membahas rencana penanganan di Bozem Kedurus serta normalisasi sungai.
Dalam pertemuan tersebut, BBWS Brantas yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang PJSA menyampaikan pentingnya penanganan kawasan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko banjir dan optimalisasi pengelolaan sumber daya air.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penertiban apabila masih ditemukan bangunan liar di sempadan sungai-sungai di Kota Surabaya. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga fungsi sungai dan infrastruktur pengendali banjir demi keselamatan masyarakat. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas SDA-BM Kota Surabaya untuk memperkuat koordinasi lintas instansi.
Sebagai tindak lanjut, BBWS Brantas akan menyiapkan data dukung guna memperkuat dasar pelaksanaan kegiatan dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Kolaborasi dan dukungan seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga sungai tetap berfungsi optimal. Mari bersama menjaga kawasan sungai dan bozem agar tetap bersih, aman, dan bebas dari bangunan yang mengganggu aliran air demi mewujudkan Surabaya yang lebih tangguh terhadap banjir.
Banjir perkotaan masih menjadi tantangan di Surabaya, khususnya di Kawasan Kali Kedurus dan Bozem Kedurus. Penataan sungai dan bozem diperlukan agar alirab air lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan.
Sebagaimana diketahui, Proyek Pengendali Banjir Kali Kedurus di Kota Surabaya ini, dengan Nomor Kontrak; PB.02.01/BBWS10.7.1/433/2026/Kedurus; Waku Pelaksanaan 540 Hari kalender; Sumber Dana” Loan IBRD 9459 OID; Nilai Anggaran Rp.314.723.221.000,-; Tahun Anggaran: 2026 – 2027; Kontraktor Pelaksana: Nindya – Indoteknik, KSO; Konsultan Supervisi: PT. Brahma Seta Indonesia- PT. Inakko Internasional Konsulindo – PT. Ika Adya Perkasa (KSO). (bachtiar/ig)


