SURABAYA, TEROPONG – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) lakukan pelantikan dan talkshow di Surabaya dengan penuh semangat dan ketegasan, Senin (13/4/26).
Acara pelantikan ini dihadiri oleh Tokoh Akademisi, Nara Sumber, jajaran pengurus pusat, seperti Sekjen, Bendahara, Ketua OKK, para Penasehat, Dewan Pakar, Pembina, serta Pengurus DPD LPKAN Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali, dalam sambutannya menegaskan, Pelantikan ini bukan hanya sekedar seremonial saja. Ini adalah deklarasi sikap. Kita hidup di zaman yang tidak biasa. Kepercayaan publik menurun. Integritas sering diperdagangkan. Dan keberanian menjadi barang langka.
Lebih menyakitkan lagi, tegas Ali, ketika aktivis hukum dan pejuang keadilan justru diserang, disiram air keras, diteror, dan dibungkam, belum lagi persoalan persoalan hukum yang terjadi di negara ini termasuk kejahatan cyber crime, pengelolaan anggaran, masa depan pendidikan dan kesehatan seabrek persoalan yang terjadi di negeri ini. Ini bukan sekadar peristiwa. Ini adalah peringatan keras bagi bangsa ini. Bahwa kebenaran masih dianggap sebagai ancaman. Bahwa kejujuran masih dianggap berbahaya. “BERANI JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB ITU HEBAAT”, tegas Mohammad Ali.
Lalu pertanyaannya, Kita mau diam?, Atau kita berdiri tegak?. LPKAN Indonesia memilih BERDIRI, tegasnya.
Saya tegaskan satu hal, ujar Mohammad Ali, LPKAN Indonesia tidak boleh jadi penonton. LPKAN Indonesia tidak boleh jadi alat kepentingan kelompok. LPKAN Indonesia tidak boleh jadi alat kompromi, selama itu untuk kepentingan rakyat Indonesia menjadi adil, makmur dan sejahtera pasti LPKAN INDONESIA Mendukung.
Kalau kita hanya ingin aman jangan bicara pengawasan. Kalau kita takut tekanan jangan bicara tentang integritas. Karena, Pengawasan tanpa keberanian adalah kepalsuan belaka. Integritas tanpa tindakan adalah omong kosong.
Saudara-saudara yang hari ini dilantik, jangan bangga dulu. Ini bukan tentang sekedar kehormatan. Ini adalah beban catatan sejarah. Anda akan diuji. Ditekan. Bahkan mungkin diserang. Dan di situlah nilai integritas dan konsistensi anda ditentukan. Apakah Anda akan ikut arus?, Atau Anda tetap berdiri melawan arus?, tegasnya.
Keikut sertaan masyarakat Indonesia untuk tugas melakukan pengawasan itu jelas. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan, dan mencegah penyalahgunaan kewenangan. Maka disini saya tegaskan, kata Mohammad Ali, ada beberapa prinsip fundamental yang tidak bisa ditawar.
Pertama, independen dan tidak memihak. Begitu kita berpihak, saat itu juga kita kehilangan legitimasi;
Kedua, lakukan audit, investigasi, dan pengawasan kebijakan. Kerja kita harus berbasis data, fakta, dan analisis. Bukan opini. Bukan asumsi;
Ketiga, tegakkan disiplin dan bertanggung jawab. Organisasi ini harus rapi, terukur, dan profesional;
Keempat, buka saluran pengaduan resmi atas nama LPKAN Indonesia dan harus punya medsos karena teknologi terus berkembang pesat jadi Masyarakat harus tahu ke mana melapor—dan kita wajib menindaklanjuti;
Kelima, koordinasi lintas lembaga dan eskalasi kepada seluruh penegak hukum. Kita bukan bekerja sendiri. Kita bagian dari sistem penegakan hukum, saya berharap pencegahan tindak pidana korupsi harus di terus menerus disosialisasikan oleh seluruh aparat penegak hukum secara konsisten khususnya KPK baik di kementrian, lembaga, pemerintah propinsi, kabupaten kota seluruh Indonesia;
Keenam, jaga agar LPKAN tidak menjadi alat politik. Sekali masuk ke politik praktis selesai. Karena kepercayaan publik akan runtuh seketika;
Ketujuh, Konsisten tetap semangat dalam kebaikan mampu mengupgrading menyesuaikan dengan perkembangan, karena Negeri ini bukan pemberian atau hadiah dari penjajah tetapi amanah, titipan anak cucu kita semua.
Saya tidak ingin LPKAN Indonesia besar karena nama. Saya ingin LPKAN besar karena keberanian dan kepercayaan. LPKAN Indonesia harus menjadi, Suara yang tidak bisa dibungkam, mata yang tidak bisa ditutup, dan hati yang tidak bisa dibeli.
Kita tidak mencari musuh. Tapi kita juga tidak takut menghadapi siapa pun yang merusak integritas negara dan cita cita luhur para pendiri bangsa. Dan ingat! Sejarah tidak mencatat orang yang aman. Sejarah mencatat orang yang berani.
Maka hari ini saya mengajak: Jangan takut. Jangan ragu. Dan jangan pernah mundur dari kebenaran. Karena ketika integritas runtuh, yang hancur bukan hanya lembaga tetapi masa depan bangsa ini.
Melalui pelantikan dan forum talkshow ini, saya berharap lahir gagasan-gagasan tajam, konstruktif dan solusi konkret. Kita tidak boleh berjalan biasa-biasa saja di tengah tantangan yang luar biasa. LPKAN Indonesia harus hadir sebagai, kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan kekuatan sosial dalam mengawal kinerja aparatur negara.
Saya mengajak seluruh jajaran LPKAN Indonesia: Jaga marwah organisasi. Jaga integritas. Dan jangan pernah takut berdiri di jalan kebenaran. Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling aman, tetapi siapa yang paling berani menjaga nilai cita cita bangsa. (bas)
