Jombang, Teropong – Proyek Rehabilitasi Bendung Jatimlerek yang berada di Kabupaten Jombang, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa dan pengguna air (HIPPA,red).
Pelaksanaan sosialisasi dilakukan di Kantor Desa Jatimlerek, Selasa siang, 6 Januari 2026 lalu, dengan dihadiri oleh beberapa kepala desa. HIPPA, Satker PJPA BBWS Brantas, Kabid PJPA BBWS Brantas, PPK Irigasi dan Rawa II, Kontraktor Pelaksana PT. Wijaya Karya (Persero), Pemkab Jombang, Dinas PUPR Kab. Jombang dan Camat Plandaan, Koramil setempat, dan juga HIPPA.
Sebelum sosialisasi, Kepala Desa Jatimlerek, Jadi, ketika dikonfirmasi Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG di Balai Desa, membenarkan akan dilakukan sosialisasi proyek Rehabilitasi Bendung Jatimlerek ini.
Ketika disinggung, ada beberapa desa yang diundang untuk sosialisasi ini?, Kepala Desa ini mengatakan, yang diundang dalam sosialisasi ini adalah ada dari Desa Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso. Dari Kecamatan Plandaan adalah Kepala Desa Jatimlerek, Gepangbunder, Karangmojo, Plandaan dan Purisemanding. Sedangkan dari Kecamatan Ploso adalah Kepala Desa Tanggungkramat, Rejoagung, Ploso, Bawangan, Losari, Jatigedang, Gedungombo dan Datitunggal. Dan juga masing-masing Desa diminta hadir 1 (satu) HIPPA.
Kepala Bidang PJPA BBWS Brantas mengatakan, bahwa proyek Rehabilitasi Bendung Jatimlerek ini adalah proyek yang dibiayai dari APBN. Dan pada saat pelaksanaan, pihaknya juga akan memikirkan kelancaran debit air untuk masyarakat petani. Hal senada juga dikatakan oleh Asisten III Setda Kabupaten Jombang. Mari kita sama-sama mendukung pekerjaan Rehabilitasi Bendung Jatimlerek ini. Semua itu tujuannya untuk mensejahterakan masyakat petani.
Sementara Project Manager (PM) PT. Wijaya Karya (Perseo) Ibu Chery dalam pemaparannya menjelaskan tentang pekerjaan/proyek Rehabilitasi Bendung Jatimlerek ini. Dia mengatakan, adapun lingkup pekerjaan Rehabilitasi Bendung Jatimlerek ini adalah: Pekerjaan Persiapan, SMKK, Pekerjaan Coverdam, Pekerjaan Tanah, Pekerjaan Perkerasan Berbutir dan Aspal, Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Pemancangan, Pekerjaan Bongkaran Pekerjaan Bendung Karet dan Pelengkapnya dan Pekerjaan Lain-lain. Dan masa pelaksanaan 720 hari kalender sejak SPMK (15 Desember 2025 – 04 Desember 2027). Adapun pemilik pekerjaan adalah Kementerian Pekerjaan Umum Cq, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Cq, Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Brantas, jelas Bu Chery.
Adapun Konsultan Pengawas untuk pekerjaan Rehabilitasi Bendung Jatimlerek ini adalah PT. Wahaan Adya KSO – PT. Agrinas Pangan Nusantara – PT. Manggalakarya Bangun Sarana. Sedangkan Penyedia Jasa adalah PT. WIKA – JET KSO.
Untuk Konstruksi pekerjaan, jelas Bu Chery, dilakukan 4 (empat) zona, yaitu: Zona 1 : 1) Penebangan pohon; 2) Galian Saluran Pengelak; 3) Pengembalian Kondisi (Timbunan dari hasil Galian); 4) Landscape Bendung; 5) Pekerjaan tanah Area Bendung dan Transisi Sungai).
Zona 2 : 1) Pekerjaan Coverdam; 2) Pekerjaan Dewatering; 3) Pekerjaan Pembongkaran Bendung; 4) Pekerjaan Pondasi Bendung; 5) Pekerjaan Lantai Bendung; 6) Pekerjaan Pilar Bendung; 7) Pekerjaan Bendung Karet; 8) Pekerjaan Jembatan Pelayanan (Jembatan Struktur).
Zona 3 : 1) Rumah Operasi Bendung; 2) Rumah Genset; 3) Rumah Jaga.
Zona 4 : 1) Revetmen Armor; 2) Pekerjaan Jalan.
Dalam sosialisasi ini, Project Manager (PM) Bu Chery juga menjelaskan, tentang Pola Irigasi Masa Kontruksi. Pola Hilir Kearah Timur. Pintu Air (Pengambilan Bebas): Pengambilan air untuk kebutuhan irigasi menggunakan pintu air pengambilan bebas dengan kondisi: 1) Pemasangan Sand Bag untuk menaikkan MA (Muka Air,red); 2) Membuat arah aliran semula masuk SS Jatimlerek dibagi 2 menjadi arah SS (Saluran Sekunder,red) Jatimlerek dan SP (Saluran Primer,red) Jatimlerek.
Dalam sosialisasi ini, juga dijelaskan Pola Irigasi Darurat, yaitu Alternatif Penanganan Darurat Kebutuhan Air Irigasi Jatimelerek. 1) Berdasarkan hasil Rapat 31 Desember 2025, dengan dihadiri Camat Plandaan, Sekcam Ploso dan Kepala Desa Tanggung Kramat. “Rencana Penanganan dilakukan oleh Operator Dam dengan penutupan kebocoran sementara dengan kain.”; 2) Menggunakan Pompa Darurat; 3) Melakukan Pemasangan Kistdam pada Plas 6.
Sebagaimana diberiytakan sebelumnya (2 Januari 2026) lalu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam tahun anggaran (TA) 2025 telah mengalokasikan anggaran dari APBN dengan Pagu/HPS Rp.279.961.000.000,- untuk paket pekerjaan konstruksi “Rehabilitasi Bendung Jatimlerek”.
Paket pekerjaan konstruksi ini dibawah Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (Satker PJPA) Brantas ini, dimana pada tahap tender terdapat 68 perusahaan penyedia jasa konstruksi yang ikut mendaftar sebagai peserta tender. Sedangkan pada tahap penawaran, terdapat hanya 3 (tiga) perusahaan penyedia jasa yang melakukan penawaran, masing-masing: 1) PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.268.414.019.193,66; 2) PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.274.388.646.923,99; dan 3) PT. Minarta Dutahutama dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.275.201.600.000,00.
Sedangkan pada tahap evaluasi penawaran, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.268.414.019,66, harga negosiasi Rp.268.334.856.768,66 dinyatakan sebagai Pemenang. Sedangkan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.274.388.646.923,99, tidak lolos dengan alasan “Tidak lulus Pembuktian Kualifikasi dikarenakan tidak dapat membuktikan pengalaman yang dapat ditangani secara bersamaan terbanyak sehingga nilai SKP kurang”.
Begitu juga PT. Minarta Dutahutama dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.275.201.600.000,00 tidak lolos dengan alasan “Kapasitas vibro hammer yang ditawarkan tidak memenuhi persyaratan dalam dokumen pemilihan. Pengalaman personel Manajer Teknik 1 dan Manajer Teknik 2 kurang dari persyaratan yang ditentukan”.
Dan pemenang untuk paket pekerjaan konstruksi “Rehabilitasi Bendung Jatimlerek” yang dibiayai dari APBN ini adalah PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, alamat Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 – Jakarta Timur, dengan harga penawaran/harga terkoreksi Rp.268.414.019.193,66 harga negosiasi Rp.268.334.856.768,66.
Melihat dari uraian pekerjaan disebutkan, Bendung Jatimlerek merupakan bendung karet pertama yang dibangun di Sungai Brantas, mulai dibangun pada tahun 1989 dan diselesaikan pada tanggal 27 November 1992.
Bendung karet Jatimlerek pernah mengalami beberapa kali perbaikan akibat kebocoran. Kejadian ini mengakibatkan terganggunya pemberian air irigasi. Pada tahun 2016, BBWS Brantas telah melakukan penggantian badan karet dengan karet yang baru, akan tetapi permasalahan kebocoran masih terus terjadi, terakhir kebocoran terjadi pada karet bentang no 6. Kondisi tersebut menyebabkan elevasi air Sungai Brantas di bagian hulu bendung mengalami penurunan, sehingga air tidak dapat masuk ke Intake Saluran Irigasi Jatimlerek.
Untuk itu, BBWS Brantas akan melakukan Rehabilitasi Bendung Jatimlerek, adapun lingkup pekerjaanya meliputi: 1) Pekerjaan Persiapan; 2) Pekerjaan SMKK; 3) Pekerjaan Coverdam; 4) Pekerjaan Tanah; 5) Pekerjaan Perkerasan Berbutir dan Aspal; 6) Pekerjaan Struktur; 7) Pekerjaan Pemancangan; 8) Pekerjaan Armor; 9) Pekerjaan Pembongkaran; 10) Pekerjaan Bendung Karet dan Pelengkapnya; dan 11)Pekerjaan Lain – Lain.
Agung Prayudha, S.T., MPSDA — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa (Irwa) II, Satker PJPA Brantas ketika dikonfirmasi Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG dan Media Online Modus Operandi di kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Rabu (31/12/2025) siang, membenarkan paket pekerjaan konstruksi ini, Pemenangnya adalah PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk ber-KSO dengan PT. JET.
Untuk penandatanganan kontrak dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2025 lalu. Dan uang muka sudah dicairkan sebesar 15% dari nilai kontrak, ujar PPK ini, sembari menambahkan, semua karet akan dilakukan penggantian begitu juga bangunan eksistingnya akan dibongkar, dan termasuk panel-panel yang ada akan diganti. Untuk pekerjaan karetnya akan menggunakan dengan model Pneumatic Spillway Gate. Dan juga akan dibuatkan Sudetan, sesuai metode pekerjaan, ujar Yudha panggilan Agung Prayudha.
Sementara hasil penelusuran Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG dilapangan, Jumat (2/1/26) siang, dimana pihak kontraktor (PT. Wijaya Karya) sudah mulai melakukan pekerjaan awal dengan membuat/membuka jalan. Hal ini dapat dilihat di Desa Pacarpeluk terlihat 1 unit bachoe dan loader sudah berada dilapangan untuk melakukan kegiatan clearing/membersihkan dan merapikan untuk dibuat jalan (sebelah tanggul), habis itu kita timbun dengan limestone setinggi 30 cm. Limestonenya kita ambil dari Tuban, ujar Budi Susanto yang mengaku sebagai Pelaksana Lapangan dari PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, sembari menambahkan, bahwa pembukaan jalan sepanjang 6 km.
Ketika disinggung rencana berapa hari bisa selesai, mudah-mudahan cepat, perkiraan saya 2 (dua) minggu selesai, ujarnya sembari mengatakan lebar jalan 5,5 meter – 6 meter. Dan menurut informasi pelaksanaan pekerjaan ini sudah berjalan sekitar 2 (dua) minggu.
Melihat dari sumber data yang berhasil dihimpun Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG, Bentang Bangunan eksisting Bendung Karet Jatim Mlerek ada 6 (enam) bentang. Bentang nomor 1 panjang 6,5 meter; Bentang nomor 2 panjang 6,5 meter; Bentang nomor 3 panjang 11,75 meter; Bentang nomor 4 panjang 16,5 meter; Bentang nomor 5 panjang 27,5 meter, dan Bentang nomor 6 panjang 68,75 meter. (bachtiar)






