Beranda » Kepala BBWS Brantas Tinjau Pembangunan Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project Package S-4 

Kepala BBWS Brantas Tinjau Pembangunan Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project Package S-4 

Hingga Kini Progress Sekitar 8% dari Rencana 5.6% (Deviasi Plus)   

by Bakhtiar Sitorus
61 pembaca
A+A-
Reset

Lumajang, Teropong – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring progres pekerjaan Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project (VDRRSL) Package S-4 di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/26) lalu.

Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari aspek teknis maupun jadwal pelaksanaan, sehingga target pembangunan dapat tercapai secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBWS Brantas meninjau secara langsung progres pekerjaan di lapangan serta memberikan arahan kepada seluruh pihak yang terlibat agar terus mengoptimalkan pelaksanaan konstruksi melalui pengaturan jadwal pekerjaan yang efektif, termasuk pada tahapan pemasangan bekisting dan pengecoran, sehingga pekerjaan dapat berlangsung lebih efisien dan tepat waktu.

Pekerjaan VDRRSL merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum dalam meningkatkan mitigasi risiko bencana vulkanik melalui pembangunan infrastruktur pengendali sedimen di kawasan terdampak aktivitas Gunung Semeru.

Melalui pelaksanaan pekerjaan ini, diharapkan kapasitas pengendalian sedimen dan mitigasi bencana di wilayah sekitar Gunung Semeru semakin meningkat, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan tersebut.

Untuk diketahui, paket pekerjaan konstruksi Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project (VDRRSL) Package S-4 ini, ditemderkan dengan nilai Pagu/HPS Rp.169.094.719.000,- Dan pada saat tender terdapat 44 perusahaan penyedia jasa konstruksi yang mendaftar sebagai peserta tender. Dan pada tahap penaharan terdapat hanya 4 (empat) perusahaan penyedia jasa yang melakukan penawaran, masing-masing:

1).PT. Selaras Mandiri Sejahtera, dengan harga penawaran/terkoreksi Rp.135.275.775.200,-;

2).PT. Waskita Karya (Persero), dengan harga penawaran/terkoreksi Rp.149.714.000.000,-.

3).PT. Brantas Abipraya (Persero), dengan harga penawaran/terkoreksi Rp.161.803.682.834,96;

4).PT. Pembangunan Perumahan (Persero), dengan harga penawaran/terkoreksi Rp.166.980.431`459,60.

Pada tahap evaluasi penawaran untuk paket pekerjaan konstruksi ini, oleh panitia lelang menetapkan PT. Brantas Abipraya (Persero), dengan harga penawaran/terkoreksi Rp.161.803.682.834,96 (Penawar urutan ke 3).

PT. Selaras Mandiri Sejahtera, dengan harga penawaran/terkoreksi Rp.135.275.775.200,-(penawar urutan pertama) disebutkan tidak lolos dengan alasan: Peserta tender menawarkan alat Concrete Batching Plant/CBP yang sama pada paket pekerjaan lain/yang sedang berjalan. Berdasarkan hasil klarifikasi pokja pemilihan kepada PPK paket tersebut, alat Concrete Batching Plant/CBP masih terikat pada paket tersebut dengan Waktu penggunaan yang tumpang tindih/overlap, tidak ada peralatan cadangan yang diusulkan, dan lokasi yang berjauhan dengan paket Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project-Package S4 sehingga peserta tidak dapat ditetapkan sebagai pemenang. Sesuai dengan Dokumen Pemilihan BAB III IKP pasal 32.4.b dan 32.4.c.

Begitu juga PT. Waskita Karya (Persero), dengan harga penawaran/terkoreksi Rp.149.714.000.000,- (penawara urutan kedua) disebutkan tidak lolos dengan alasan: Peserta tender tidak memenuhi persyaratan Sisa Kemampuan Paket (SKP) karena tidak dapat menunjukkan dokumen pengalaman pada saat pelaksanaan pembuktian kualifikasi.

Begitu juga PT. Pembangunan Perumahan (Persero), dengan harga penawaran/terkoreksi Rp.166.980.431`459,60 , (penawar urutan ke empat) juga disebutkan tidak lolos dengan alasan: Peserta tender menyampaikan Peralatan Concrete Batching Plant, Concrete Pump, Excavator, Agitator Truck Mixer, Wheel Loader, dan Dump Truck dengan status kepemilikan sewa sebagaimana tercantum pada Daftar Peralatan yang disampaikan pada dokumen penawaran. Sesuai dengan hasil evaluasi, peralatan tersebut dinyatakan tidak disertai dengan surat perjanjian sewa peralatan yang sesuai ketentuan. Hal ini kerena Surat Perjanjian Sewa Peralatan tersebut atas nama PP – TMT, KSO dengan tanggal 14 Oktober 2025 yang mendahului tanggal Surat Perjanjian KSO dengan tanggal 16 Oktober 2025.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (Kasatker PJSA) Brantas, Haryo Primabodo, ST., MT ketika dikonfirmasi Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG, Senin siang (20/7/26) terkait paket pekerjaan ini, dia mengatakan  bahwa PT. Brantas Abipraya (Persero) ber KSO dengan PT. Artamas. Sedangkan progressnya hingga kini 7.3% dari rencana 5.6%. Deviasi plus pak, imbuhnya.

Sementara menurut sumber informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG menyebutkan, bahwa Ruang lingkup pekerjaan Konstruksi Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project – Package S4 adalah pekerjaan konstruksi beton bangunan pengendali lahar/sabodam.

Ruang Lingkup pekerjaan utama terdiri dari: Pekerjaan Persiapan; Pekerjaan Penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi; Pekerjaan Tanggul Pengarah Hulu Leprak; Pekerjaan Tanggul Leprak 26; Pekerjaan Tanggul Leprak 25; Pekerjaan Tanggul Leprak 24; Pekerjaan Tanggul Leprak II-D; Pekerjaan KD Leprak 3; Pekerjaan Tanggul Leprak XVII Kebondeli 2021. (bas/ig)

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Komentar

Pemblokir Iklan Terdeteksi

Mohon dukung kami dengan menonaktifkan ekstensi Pemblokir Iklan dari browser Anda untuk situs web kami.