MALANG, TEROPONG – Tanda mulai beroperasinya Trans Jatim Koridor II dengan rute Terminal Hamid Rusdi Malang sampai Terminal Talangagung Kepanjen terus menunjukkan titik terang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan, terkait Trans Jatim Korodor II melewati rute wilayah Kabupaten Malang saat ini terus dikoordninasi dengan pihak Dishub Provinsi Jawa Timur.
Advertisement
Survei titik pemberhentian yang dilakukan itu sebagai bagian dari persiapan operasional Trans Jatim Koridor II, yang direncanakan mulai pada Oktober 2026.
Survei dilakukan mulai Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Talangagung untuk menentukan lokasi halte dan titik naik-turun penumpang. Hasilnya disebut akan menjadi dasar evaluasi sebelum layanan bus rapid transit (BRT) tersebut resmi beroperasi.
Pada saat survei penentuan titik pemberhentian, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq, S.H., M.M menjelaskan, disepakati kepastian rute yang melewati Gondanglegi bersama Pemerintah Kabupaten Malang. Selain itu, menurutnya armada bus nantinya resmi menggunakan nama Kanjuruhan, dan dipastikan melintasi beberapa ruas jalur wilayah Kecamatan Gondanglegi.
Nama Kanjuruhan dipilih sebagai identitas Trans Jatim Koridor II setelah memperoleh persetujuan Gubernur Jawa Timur. Nama tersebut diambil dari Kerajaan Kanjuruhan, yang merupakan salah satu identitas historis Malang. “Untuk nama armadanya Bus Kanjuruhan yang menggunakan nama kerajaan di Malang. Sudah mendapat persetujuan dari gubernur,” kata Ainur di sela kegiatan survei kepada wartawan.
Trans Jatim Koridor II yang melayani wilayah Kabupaten Malang resmi diberi nama Kanjuruhan usai mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Rute ini dipastikan akan melintasi kawasan Bululawang dan Gondanglegi, hingga berakhir di Terminal Talangagung Kepanjen.
Sebagai langkah persiapan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur telah melakukan survei penentuan sekitar 40 titik halte, Senin (27/7/2026) lalu, guna memastikan lokasi pemberhentian pas dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 mendatang, Dishub Jatim telah menyiapkan total 14 armada utama dan satu bus cadangan untuk menunjang kelancaran koridor ini.
Rute Trans Jatim Koridor ini akhirnya diputuskan akan menghubungkan Terminal Hamid Rusdi dengan Terminal Talangagung melalui jalur Bululawang dan Gondanglegi.
Sebanyak 15 armada Bus Trans Jatim Kanjuruhan disiapkan, terdiri dari 14 bus operasional dan 1 bus cadangan. (red/ti/ig)
