Blitar, Teropong. Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta Forkopimda Jatim dan jajaran berziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (5/10).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Ziarah berlangsung khusyuk dan khidmat, diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara sang proklamator.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan santunan kepada anak yatim, memberikan tali asih kepada juru kunci makam, serta membagikan sembako kepada 400 orang di area makam.
Usai ziarah, Khofifah menyampaikan bahwa ziarah ke makam Bung Karno serta para gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur yang telah wafat merupakan tradisi menjelang peringatan hari jadi provinsi. “Hari ini saya ziarah ke makam Proklamator Bung Karno. Pak Wagub siang ini ziarah ke makam Gubernur Muhammad Noer di Sampang. Besok pagi, insyaallah, saya ke makam Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, di Magetan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, makam para gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur yang telah wafat tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Untuk itu, pelaksanaan ziarah telah dibagi agar seluruhnya dapat terlaksana sebelum puncak peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober.
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mengusung tema “Jawa Timur Unggul, Maju, dan Berkelanjutan”. Menurut Khofifah, aspek keberlanjutan menjadi pesan penting agar setiap perangkat daerah terus mengembangkan capaian dan memperluas manfaat program bagi masyarakat. “Jika ada kemajuan di sektor tertentu, jangan berhenti, tetapi harus ada pengembangan dan perluasan program yang ditumbuhkan sehingga tingkat manfaat dirasakan lebih luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa ziarah ke makam pahlawan merupakan salah satu cara menghargai jasa para pendahulu sekaligus menumbuhkan semangat patriotisme.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno, terutama gotong royong, kebersamaan, serta musyawarah untuk mufakat. “Salah satu yang saat ini harus kita pegang adalah bagaimana terus memiliki semangat kegotongroyongan dan kebersamaan di antara warga bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, semangat kekeluargaan dan kebersamaan menjadi fondasi untuk memperkuat persatuan. Nilai-nilai tersebut mendorong seluruh elemen bangsa bergandengan tangan, saling menjaga, dan menghindari perpecahan.
Khofifah pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menerapkan nilai-nilai kepahlawanan Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya mengutamakan musyawarah untuk mufakat, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, pantang menyerah, serta menjaga semangat kekeluargaan dan kebersamaan. “Sangat banyak nilai kepahlawanan yang Bung Karno wariskan untuk kita teruskan,” pungkasnya. (hms/red)