SAMPANG, TEROPONG – Terlihat kompak, 14 gabungan Aliansi wartawan geruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang. Kecam Prabowo Subianto terkait ucapan atau pernyataan “Londo Ireng”, Jum’at (31/07) kemarin.
Pernyataan “Londo Ireng” tersebut, menjadi bias dan risih didengar oleh para wartawan di seluruh Indonesia. Sebab, pernyataan Prabowo Subianto bahwa, wartawan, LSM, Aktivis dan Pengamat bagian dari “Londo Ireng”.
Oleh sebab itu, 14 gabungan Aliansi wertawan di Sampang sepakat melakukan aksi damai meminta Prabowo Subianto agar meminta maaf kepada seluruh wartawan di seluruh Indonesia, melalui perwakilan anggota DPRD melalui Fraksi Gerindra di Sampang.
Aksi berlangsung tertib, diikuti oleh ratusan jurnalis dari berbagai organisasi media. Mereka membawa satu tuntutan utama, yakni meminta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers di seluruh Indonesia.
Menurut para aksi demo, ucapan tersebut dinilai tidak sekadar menjadi kritik terhadap media, akan tetapi berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap profesi wartawan yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial dan melayani kepentingan publik.
Dalam orasinya, koordinator Aksi Hanggara, menegaskan bahwa wartawan bekerja berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik, oleh sebab itu, menurutnya, tidak tepat apabila profesi wartawan dikaitkan dengan kepentingan pihak asing ataupun kepentingan tertentu.
“Kami menolak keras sebutan “Londo Ireng”, karena wartawan bekerja untuk rakyat, mengawal kepentingan publik, dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Kami bukan antek antek asing, ataupun alat kepentingan kelompok mana pun,” teriak Hanggara didepan Gedung DPRD Sampang.
Ia juga mengatakan, kritik terhadap pemberitaan merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati. Namun, penggunaan istilah yang dianggap merendahkan profesi wartawan, dinilai dapat mencederai semangat kebebasan pers yang dijamin oleh konstitusi.
“Kami Ireng, tapi bukan “Londo Ireng”. Kami bukan antek antek asing yang menjadi kepentingan kelompok tertentu, kami bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepengan kelompok,” tegasnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Aliansi Jurnalis Sampang Hendriyanto menyampaikan, kebebasan pers merupakan salah satu fondasi demokrasi yang tidak boleh dilemahkan oleh siapapun, melalui narasi yang mendiskreditkan profesi jurnalis harus kita lawan.
“Kami meminta Presiden Prabowo memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh insan pers diseluruh Indonesia. Wartawan bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik, bukan untuk kepentingan pribadi, kelompok, maupun pihak asing,” teriak Hendri, dengan penuh semangat dihapan para aksi demo.
Tidak lama kemudian, aksi penyampaian sikap tersebut juga mendapat perhatian dari Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan, didampingi anggotanya dari Fraksi Partai Gerindra. Menurut Alan Kaisan menyatakan, bahwa pers itu merupakan mitra strategis Pemerintah dalam mengawal pembangunan, transparansi, dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen dan mendorong agar tuntutan ini, dapat diteruskan melalui mekanisme yang ada,” ujar Alan.
Ia menambahkan, aspirasi yang disampaikan para wartawan merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin undang-undang. Oleh sebab itu, Alan berkomitmen mendorong agar tuntutan tersebut dapat diteruskan melalui jalur resmi.
“Media adalah mitra pembangunan. Aspirasi rekan-rekan wartawan akan kami dorong melalui jalur resmi agar dapat diteruskan kepada DPR RI sebagai bentuk penghormatan terhadap suara insan pers,” janjinya.
Dihadapan para aksi, Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Rudi Kurniawan mengajak, seluruh pihak untuk menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin. Ia berharap polemik yang berkembang tidak mengganggu kondusivitas Daerah dan memastikan DPRD siap memfasilitasi.
“Penyampaian aspirasi para wartawan ni kami hargai. Nmun persoalan ini mari kita sikapi dengan kepala dingin untuk menjaga kondusifitas Daerah. Aspirasi ini, siap kami fasilitasi,” pungkasnya.
Aksi damai gabungan wartawan berjalan tertib, aman dan kondusif. Selanjutnya ratusan para aksi berputar arah meninggalkan Gedung DPRD Kabupaten Sampang.(pan)