Beranda » Untuk Mengatasi Banjir di Desa Kuro, Kec. Karangbinangun Kab. Lamongan, Dinas PU SDA Jatim Alokasikan APBDP Sebesar Rp.30,523 Miliar

Untuk Mengatasi Banjir di Desa Kuro, Kec. Karangbinangun Kab. Lamongan, Dinas PU SDA Jatim Alokasikan APBDP Sebesar Rp.30,523 Miliar

by Bakhtiar Sitorus
46 pembaca
A+A-
Reset

SURABAYA, TEROPONG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan memulai pembangunan proyek penanganan Bengawan Jero di Pengelolaan Sumber Daya Air Kuro, Desa Kuro, Lamongan, Kamis (19/10/2023) lalu.

Proyek penanganan Bengawan Jero tersebut meliputi rehab pintu air, pembangunan rumah genset pompa Kuro, dan penambahan kapasitas pompa 3000 liter/detik sebanyak 2 (dua) buah. Penambahan 2 (dua) buah pompa menambah jumlah kapasistas air di UPT Kuro menjadi 10.000 liter/detik.

Menandai dimulainya proyek tersebut, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Jawa Timur, Akh. Jazli, melakukan kunjungan ke UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Kuro, Desa Kuro, Kecamatan Karangbinangun.

Mewakili Gubernur Jawa Timur, Akh. Jazli menuturkan,  proyek tersebut dilaksanakan guna mengatasi banjir tahunan yang menjadi momok di Kabupaten Lamongan. “Bu Gubernur berpesan agar serius menangani proyek ini karena ini betul-betul dibutuhkan masyarakat, mudah-mudahan membawa manfaat dan maslahat,” tutur Jazli.

Pasalnya, melihat data dampak banjir yang terjadi di awal tahun ini, genangan banjir yang terjadi selama 6 (enam) bulan mengakibatkan sebanyak 6.672 rumah penduduk tergenang di 59 desa, 8 kecamatan, serta fasilitas umum meliputi 55 sekolah, 22 tempat ibadah, dan 7 fasilitas kesehatan.

Sementara, Wakil Bupati Lamongan, Abdul Rouf mengatakan, Bengawan Jero memiliki karakteristik di bawah elavasi muka air laut. Hal ini mengakibatkan apabila valume air meningkat menjadikan pembungan air ke muara menjadi lambat, ujarnya.

“Wilayah Bengawan Jero kalau banjir ini tipenya agak susah keluar airnya. Tahun lalu ini mencapai 6 bulan lebih, karena karakteristik Bengawan Jero berada di bawah elavasi muka air laut sehingga menjadikan lamanya pembuangan air ke muara. Artinya, kalau pagi kita bisa membuang kalau siang air air laut yang masuk, ini menjadikan kesusahnya membuang air genangan,“ ungkap Wabup Lamongan, Abdul Rouf.

Untuk mengoptimalisasi penanganan banjir di wilayah Kabupaten Lamongan, Pemkab Lamongan telah melakukan berbagai langkah kongkrit yang terbagi menjadi 3 (tiga) cara, yakni operasi pemeliharana dan peningkatan sarana prasarana pengendalian banjir, penganganan operasi melalui koordinasi lintas sektor, serta operasi buka tutup pintu dam dan penganganan kritis tanggul jebol.

Sementara, sebagai bentuk pemeliharaan agar tidak terjadinya luapan kiriman air yang bermuara di Bengawan Jero telah dilakukan berbagai upaya mulai dari pengerukan waduk dan embung di desa dengan tambahan tampungan sebesar 177000 m3, pengerukan 6 sungai utama Bengawan Jero sepanjang 11 km, normalisasi kanal banjir perkotaan sepanjang 6 km, serta pembersihan melalui program garpu sendok (Gerakan Prahu Sikat Enceng Gondok) sepanjang 35 km.

Kepala Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Ir. Baju Trihaksoro, MM, membeberkan, proyek tersebut akan dikerjakan dengan anggaran 60 miliar, yang berasal dari 1/3 APBD Pemkab Lamongan serta 2/3 dari Pemprov Jawa Timur.

“Kontraknya sebenarnya 3 bulan, tapi pompanya ini pesan dari luar negeri membutuhkan waktu untuk pemesanannya, tapi kita pastikan November ini barang sudah masuk sedangkan genset sudah ready tinggal bangun rumah genset. Sehingga akhir Desember ini bisa selesai dan dapat berfungsi. Dan kemungkinan el-nino saat ini cukup panjang yang di prediksikan sampai Desember ini membantu kita untuk pelaksanana lebih cepat,” kata Baju Trihaksono, mantan Kadis PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur ini.

Sementara menurut sumber data yang berhasil dikutip Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG, paket pekerjaan Konstruksi “Penanganan Banjir Bengawan Jero di Lamongan” ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur lewat Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU-SDA) Jawa Timur telah mengalokasikan anggaran APBD-P dengan pagu sebesar Rp.30.523.148.500,-, dengan rincian sebagai berikut: 1). MAK No.1.03.02.1.01.65.5.2.02.01.03.0005 Rp.28.499.040.600,-; 2). MAK No.1.03.02.1.01.65-5.1.02.03.02.0023 Rp.2.024.107.900,-. Dengan Metode Pemilihan E-Purchasing.

Adapun sepesifikasi pekerjaan disebutkan, yaitu: Instalasi Pompa Banjir Submersible beserta Sarana dan Prasarana pendukungnya, Sepesifikasi: kapasitas 2 m3/det, Head 6 m beserta sarana dan prasarana pendukungnya, Pemindahan dan Instalasi Pompa Banjir Eksisting beserta Sarana dan Prasarana pendukungnya. Spesifikasi: Pompa Eksisting kapasitas 1 m3/det beserta sarana dan prasarana pendukungnya. Ini tertuang dengan Kode RUP: 44000181. (hms/bas)

Berita Lainnya

Tinggalkan Komentar

Pemblokir Iklan Terdeteksi

Mohon dukung kami dengan menonaktifkan ekstensi Pemblokir Iklan dari browser Anda untuk situs web kami.