Beranda » Aktivis Sampang Soroti P3-TGAI “Agil Jaya” Desa Penyepen, Mutu dan Kualitasnya Jelek?

Aktivis Sampang Soroti P3-TGAI “Agil Jaya” Desa Penyepen, Mutu dan Kualitasnya Jelek?

by Bakhtiar Sitorus
37 pembaca
A+A-
Reset

SAMPANG, TEROPONG – Aktivis Sampang soroti pelaksanaan Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026 di Desa Penyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, mutu dan kualitasnya jelek, Senin (27/07).

Program P3-TGAI dengan nilai anggaran Rp 195 juta tersebut, bersumber dari APBN dan dikelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dibawah naungan Balai Besar Wilayah Berantas (BBWS) Jawa Timur.

Menurut Moh Zaini, Aktivis Sampang menilai, P3-TGAI Agil Jaya, Desa Penyepen, mutu dan kualitasnya jelek, hasil pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan besaran anggaran yang dialokasikan oleh Kementerian PUPR.

“Dilihat secara kasat mata, pekerjaan ini terlihat tidak seduai dengan nilai anggaran yang dikucurkan. Karena itu kami meminta dilakukan evaluasi teknis agar kualitas pejerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” ungkap Zen, panggilan akrabnya.

Menurutnya, hasil investigasi dilapangan, menemukan hampir setiap pasangan batu gunong tampak tersusun rapi tanpa adanya perekat sebelumnya, dan disusul dengan teplokan senen, namun terkesan rapuh, sehingga dikhawatirkan hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat.

“Kondisi dilapangan, berpotensi mempengaruhi kekuatan konstruksi apabila benar tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Selain itu, dimensi atau kedalaman galian pondasi tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh BBWS Jawa Timur, terkait ketentuan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akan mempengaruhi pekerjaan dilapangan.

“Perlu dibuktikan langsung oleh instansi terkait, melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang,” pinta Zen, selaku Aktivis pemerhati lingkungan di Sampang.

Zen juga mempertanyakan fungsi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang dalam program P3-TGAI memiliki tugas mendampingi pelaksanaan pekerjaan serta memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan teknis.

“Program itu didampingi tenaga ahli. Kalau kualitas dan teknik pengerjaannya tidak sesuai, apa sebenarnya fungsi TPM di lapangan?…Apa hanya pembuatan laporan saja, dengan biaya yang telah ditentukan per-titik?,” pungkasnya.(pan)

Berita Lainnya

Tinggalkan Komentar

Pemblokir Iklan Terdeteksi

Mohon dukung kami dengan menonaktifkan ekstensi Pemblokir Iklan dari browser Anda untuk situs web kami.