Beranda » P3-TGAI “Pelakaran Hijau” Dibongkar, Melalui KMB BBWS Brantas Rekomendasikan Perbaikan Kembali

P3-TGAI “Pelakaran Hijau” Dibongkar, Melalui KMB BBWS Brantas Rekomendasikan Perbaikan Kembali

by Bakhtiar Sitorus
31 pembaca
A+A-
Reset

SAMPANG, TEROPONG – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026 “Pelakaran Hijau” Desa Pelakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang dibongkar dan perbaikan kembali, Rabu (5/7).

Pembongkaran dilakukan karena ada ketidak sesuaian beberapa meter pekerjaan, sehingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melalui Konsultan Manejemen Balai (KMB) Wilayah Kabupaten Sampang agar dilakukan perbaikan kembali.

Pantauan Media Online Teropong dilapangan, ada beberapa meter pekerjaan yang dibongkar, yakni pada titik 125 meter hingga 150 meter, disebabkan tidak adanya galian pondasi dan spesinya kurang.

“Pembokaran dilakukan pada titik 125 meter, hingga 150 meter untuk memastikan kegiatan tersebut sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah ditentukan. Sekaligus untuk menjamin mutu dan kualitas bangunan dilapangan,” pantauan Tim Media Online Teropong.

Menurut Ketua Kelompok P3-HIPPA “Pelakaran Hijau”, Edi Purnomo, membantah adanya informasi yang sempat berkembang terkait P3A/HIPPA Desa Pelakaran. Kegiatan dilaksanakan secara swakelola sesuai ketentuan P3-TGAI.

“Informasi itu tidak benar, pelaksanaan pembangunan P3A/HIPPA Pelakaran Hijau, Desa Pelakaran dikelola dan menjadi tanggung jawab kami selaku Ketua Kelompok P3A/HIPPA, dan tidak ada penyerahan pekerjaan kepada pihak lain maupun pihak ketiga,” tegasnya.

Ia juga menyatakan, adanya beberapa tenaga kerja yang berasal dari luar Desa Plakaran, untuk membantu pelaksanaan pekerjaan mengingat terbatasnya tenaga tukang di Desa kami,” terangnya.

Sementara Konsultan Manajemen Balai (KMB), Roif Fitrianto, bersama Asisten Tenaga Ahli (Asta) Arif Rahman dengan didampingi oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Alawiyah Hafsah, turun langsung kelokasi melakukan monitoring, sekaligus mengevaluasi hasil pekerjaan dilapangan.

Menurut Roif, setiap informasi yang berkembang menjadi bahan monitoring bagi KMB, guna memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan dilapangan untuk memastikan bahwa hasil pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

“Monitoring dilakukan guna untuk melihat langsung kondisi pejkerjaan dilapangan. Sekaligus melakukan koordinasi dengan pengurus P3A/HIPPA, serta mengevaluasi hasil pelaksana pekerjaan dilapangan,”

Ia juga merekomendasikan adanya perbaikan berupa pembongkaran pada titik 125 meter, sampai titik 150 meter, karena tidak ada galian pondasi dan spesinya kurang.

“Kami selaku KMB turun ke lokasi, dan bertemu langsung dengan Ketua HIPPA/P3A “Pelakaran Hijau”, mereka menyatakan bahwa pekerjaan dilaksanakan secara swakelola,” pungkasnya. Sabtu (31/07) kemarin.(pan)

Berita Lainnya

Tinggalkan Komentar

Pemblokir Iklan Terdeteksi

Mohon dukung kami dengan menonaktifkan ekstensi Pemblokir Iklan dari browser Anda untuk situs web kami.