SAMPANG, TEROPONG.COM – Diduga akibat daya listrik rendah, tidak sesuai pemakaian. Akibatnya, Lapboratorium (Lab) dilingkungan Gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sampang tidak bisa digunakan dengan maksimal.
Gedung SMKN 1 Sampang yang terlihat megah dengan ribuan jumlah siswa, dan jumlah kucuran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang fantastik. Tepatnya di Jalan Suhadak, Kelurahan Suhadak, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Rabu (07/05).
Disinyalir ada pembiaran atau kesengajaan oleh pihak Sekolah terkait adanya fasilitas dilingkungan SMKN 1 Sampang, sehingga ada beberapa fasilitas yang membuat Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi, Wilayah Kabupaten Sampang, Mas’udi meradang.
Menurut Mas’udi, dihadapan media menyangkan, penjelasan Kasek SMKN 1 Sampang terkait rendahnya daya listrik kepada awak media, sehingga Kacabdin menyempatkan diri untuk memastikan adanya informasi tersebut, usai acara serah terima Plh Kasek SMKN 1 Sampang.
“Usah serah terima Plh di Aula Gedung SMKN 1 Sampang, kami langsung mengumpulkan para guru dan Kasek, guna untuk memastikan langsung adanya pemberitaan di media masa, ternyata benar, penambahan daya listrik dalam proses pengajuan 3 bulan yang lalu,” ujar Mas’udi, terlihat meradang.
Sementara Kasek SMKN 1 Sampang Rahmawati membenarkan, kalau daya listrik dilingkungan Sekolahnya rendah, dan pihaknya sudah menambah daya yang lebih tinggi ke PLN Sampang.
“Kalao Lab tetap kita gunakan secara bergantian, untuk mengantisipasi daya listri yang rendah. Bahkan sudah hampir 3 (tiga) bulan yang lalu kami melaporkan hal ini, untuk menambah daya yang lebih tinggi lagi ke PLN Sampang, namun ada alat yang harus dibeli di Surabaya,” pungkasnya.(pan)