SAMPANG, TEROPONG – Dugaan pengukuhan 37 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sampang, menelan anggaran hingga Rp 190 juta. Dari mana anggaran itu?, Jum’at (28/06) beberapa waktu lalu.
Pengukuhan 37 Kades yang kejepratan tambahan waktu selama 2 (dua) tahun, dari 6 (enam) tahun, menjadi 8 (delapan) tahun. Sehingga dengan tambahan perpanjangan jabatan itu, mereka harus di kukuhkan.
Yang menjadi kejanggalan dalam hal pengukuhan tersebut, adalah 37 Kades harus menyiapkan dana sendiri, dengan besaran yang sama, yakni, Rp 5 juta per Kades yang di kukuhkan.
Menurut infomasi yang sempat di himpun Skn TEROPONG di lapangan, bahwa ada pengakuan terkait partisipasi terhadap Kades yang di kukuhkan sebesar Rp 5 juta.
“Sebenarnya itu tidak perlu di publikasikan mas, dan tidak perlu di munculkan adanya partisipasi tersebut. Sebab, pengukuhan Kades mimang tidang anggarannya,” ungkap salah satu pemegang wilayah Kecamatan di Kabupaten, namun enggan di sebutkan namanya.
Sementara isu partisipasi biaya pengukuhan 37 Kades tersebut, terus menjadi perbincangan hangat di kalangan publik, terutama besaran biaya pengukuhan, hingga menelan dana sebesar Rp 190 juta.
“Ini kan lucu, masak pengukuhan Kades biayanya di bebankan ke Desa, dan itu tidak tanggung tanggung dalam beberapa jam saja, pengukuhan itu menghabiskan dana sebesar Rp 190 juta,” ujar Habisono, LSM senior Sampang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Chalilurrahman mengaku, tidak ikut cawe cawe terkait partisipasi pengukuhan 37 Kades, sebab, pengukuhan itu benar benar tidak ada anggarannya.
“Sebenarnya kami tidak setuju adanya partisipasi, sebab, ini akan rame nantinya, namun ada beberapa Kades di Sampang yang akan di kukuhkan memaksakan diri, mencontoh Kabupaten lain, katanya kok bisa,” jelas Chalilurrahman, Senin (08/07). Saat akan menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Sampang.(pan)
