JAKARTA, TEROPONG – Keluarga besar Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) berduka mendalam atas berpulangnya Wakil Ketua Umum PBMI Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kepergian Evi menjadi kehilangan besar bagi Muaythai Indonesia. Sosok yang selama bertahun-tahun mendedikasikan tenaga, pikiran, dan hidupnya untuk membangun olahraga Muaythai tersebut meninggalkan jejak panjang dalam pembinaan atlet dan penguatan organisasi Muaythai, khususnya di Jawa Barat dan tingkat nasional.
Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu tokoh penting dalam perjalanan Muaythai Indonesia tersebut.
“Saya sangat kehilangan. Saudara Evi bukan sekadar pengurus bagi saya dan bagi PBMI. Beliau adalah sahabat, pejuang, dan orang yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap Muaythai serta terhadap pembinaan generasi muda,” kata LaNyalla.
Menurut LaNyalla, Evi merupakan sosok yang bekerja dengan ketulusan dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Muaythai Indonesia.
“Beliau bekerja bukan untuk mencari nama. Beliau bekerja karena kecintaan. Banyak yang mungkin tidak melihat seluruh perjuangannya, tetapi kami yang berada bersama beliau tahu betapa besar tenaga dan pikirannya dicurahkan untuk Muaythai Indonesia,” ujar LaNyalla.
LaNyalla mengatakan, kepergian Evi terasa semakin berat karena PBMI baru saja menyelesaikan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di Bekasi.
“Beberapa hari lalu kita masih bersama-sama bekerja untuk Muaythai Indonesia. Kita masih berbicara tentang atlet, pembinaan dan masa depan prestasi Indonesia. Hari ini beliau sudah tidak bersama kita secara fisik. Ini tentu sangat berat,” tutur LaNyalla.
Raja Galuh Pakuan, Sosok yang Mengabdikan Hidup untuk Budaya dan Muaythai
Bagi masyarakat Jawa Barat, nama Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana juga dikenal sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap budaya dan sejarah Sunda. Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan.
Di dunia Muaythai, Evi merupakan salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang. Ia pernah memimpin Muaythai Jawa Barat dan kemudian dipercaya membawa pengalaman serta pengabdiannya ke tingkat nasional.
Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana (Tingting), Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, mengenang Evi sebagai sosok yang memiliki kecintaan besar terhadap olahraga dan pembinaan generasi muda.
“Kang Evi itu sosok yang luar biasa. Beliau bukan hanya memikirkan pertandingan atau prestasi sesaat, tetapi selalu berpikir bagaimana Muaythai bisa berkembang dan bagaimana atlet-atlet kita punya masa depan,” ujar Tingting.
Menurut Tingting, Evi memiliki karakter kuat sebagai seorang pembina. Ia dikenal konsisten mendorong atlet-atlet Jawa Barat untuk berprestasi lebih tinggi.
“Beliau selalu mendorong atlet untuk berani bermimpi besar. Bagi Kang Evi, anak-anak Jawa Barat harus punya kesempatan yang sama untuk berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Tingting juga mengenang Evi sebagai sosok yang mampu memadukan kecintaannya terhadap olahraga dengan kepeduliannya terhadap budaya dan sejarah Galuh.
“Sebagai Raja Galuh Pakuan, beliau membawa nilai-nilai budaya dan sejarah. Sebagai tokoh Muaythai, beliau memberikan tenaga dan pikirannya untuk pembinaan atlet. Dua hal itu sangat melekat dalam diri Kang Evi,” tutur Tingting.
Tingting menilai, salah satu warisan terbesar Evi adalah semangatnya dalam membangun generasi muda. “Banyak hal yang sudah beliau tanamkan. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan meneruskannya. Jangan sampai perjuangan Kang Evi berhenti ketika beliau pergi. Justru kita harus membuat apa yang beliau perjuangkan terus hidup,” ujar Tingting.
Selamat jalan, Kang Evi.
Selamat jalan, Raja Galuh.
Terima kasih atas pengabdian dan perjuanganmu untuk Muaythai Indonesia.
Al-Fatihah.Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.(*/red)