Beranda » Terkait Pelaksanaan P3-TGAI di Sampang Terindikasi Ada Pembiaran, Banyak Ditemukan Pekerjaan Terkesan Asal-Asalan, Peran KMB dan TPM Patut Dipertanyakan

Terkait Pelaksanaan P3-TGAI di Sampang Terindikasi Ada Pembiaran, Banyak Ditemukan Pekerjaan Terkesan Asal-Asalan, Peran KMB dan TPM Patut Dipertanyakan

by Bakhtiar Sitorus
34 pembaca
A+A-
Reset

SAMPANG, TEROPONG.COM – Peran Konsultan Manejemen Balai (KMB) dan Tim Pendamping Masyarakat (TPM), khususnya Kecamatan dan Desa yang dapat program hibah (P3-TGAI) di Wilayah Kabupaten Sampang, terindikasi adanya pembiaran.
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026 di Kabupaten Sampang, terindikasi adanya pembiaran terhadap pelaksanaan pekerjaan P3-HIPPA dilapangan.
Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Pusat/ Direktorat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas tahun 2026 itu diduga terkesan asal-asalan.
Pantauan Wartawan Media Online TEROPONG dilapangan, menemukan beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai RAB yang ada, seperti pasangan batu pondasi tersusun rapi tanpa perekat, namun tidak semua pekerjaan .
“Pasangan batu pondasi yang sudah disusun rapi tanpa perekat itu, ditutupi dengan plesteran, namun pelesteran campuran semen dan pasir tersebut, tidak sesuai dengan RAB yang telah ditentukan.”
Hal itu dibenarkan oleh Ach Ghozaini, Aktivis Pemerhati Pembangunan Sampang, bahwa banyak temuan pekerjaan P3-TGAI dibeberapa lokasi di Kabupaten Sampang, terkesan asal-asalan. Bagaimana peran pendamping dilapangan?, ujarnya bertanya.
“Kami menyayangkan, adanya pembangunan P3-TGAI di wilayah Kabupaten Sampang dikerjakan asal-asalan, pelaksanaan tidak mengutamakan kualitas, padahal program tersebut, merupakan aset Desa, selanjutnya akan diserahkan kepada Desa yang kecipratan program irigasi,” ujar Zen.
Ditempat terpisah, Konsultan Manajemen Balai (KMB) Kabupaten Sampang, Roif Fitrianto, saat dikonfirmasi melalui telpon WhatsApp (WA), dia berjanji, secepatnya akan melakukan cek langsung kelapangan.
“Kalau seperti ini ya jelas salah… Kita akan tinjau ke lokasi secepatnya. Kita cek lapangan dan terhadap pekerjaan yg seperti ini wajib diadakan perbaikan,” tegasnya.
Sementara TPM P3-TGAI sulit dihubungi, sebab ketika media melakukan investigasi kelapangan, tidak ada TPM yang melakukan pengawasan dilokasi, sehingga dari media sulit menghubungi pendamping di masing masing titik lokasi.(pan/tim)

Berita Lainnya

Tinggalkan Komentar

Pemblokir Iklan Terdeteksi

Mohon dukung kami dengan menonaktifkan ekstensi Pemblokir Iklan dari browser Anda untuk situs web kami.