SAMPANG, TEROPONG – Dugaan adanya pekerjaan yang tidak maksimal, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) HIPPA di Desa Somber dan Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Sampang, mulai rusak. Bahkan 2 (dua) Desa tersebut, viral di grup WhatsApp, Sabtu (19/08).
Program P3-TGAI HIPPA tahun 2023, yang mulai viral di grup tersebut, yakni Desa Somber dan Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, merupakan penerima program Kementerian PUPR, melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Tahun Anggaran (TA) 2023.
Terlihat jelas, program yang bersumber dari dana APBN TA 2023 itu sudah mulai menunjukkan kerusakan. Bahkan, kondisi bangunan berupa saluran irigasi itu, sudah mulai retak dibeberapa titik. Keretakan yang terjadi bisa dibilang cukup parah karena memanjang dari atas hingga ke bagian BBM pondasi bawah.
Selain itu pula, lokasi pembangunan irigasi juga dinilai tidak tepat sasaran, sebab, lokasinya terletak di daerah tadah hujan. Sebab, tidak terlihat sumber mata air yang mengalir di area saluran irigasi yang dibangun menggunakan dana APBN tersebut.
Sementara di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, dengan program yang sama, yakni, P3-TGAI HIPPA, dan tahun anggaran yang sama pula, sudah mengalami keretakan, bahkan sebagian juga ada yang hancur berantakan, sehingga bisa di katakan kualitas pembangunan irigasi tersebut, tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah ditentukan.
Padahal, program tersebut, baru saja selesai dibangun kurang lebih 3 bulan yang lalu, Namun ketika dilihat dari kondisi pembangunan saluran irigasi P3-TGAI dari Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, dan sumber dana dari APBN TA 2023 tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
Pelaksana program dimasing-masing Desa, di Kecamatan Tambelangan tersebut, adalah kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), yakni, Kelompok HIPPA “Wahana” Desa Mambulu Barat. Sedangkan kelompok HIPPA Desa Somber tidak jelas keberadaannya, sebab, tidak adanya papan nama atau prasasti yang menunjukkan nama kelompok dilokasi pembangunan irigasi program HIPPA di Desa Somber.
PJ Kades Desa Mambuluh Barat, kepada media mengaku, kalau pembangunan irigasi P3-TGAI adalah dirinya, Namun kerusakan pada pembangunan irigasi tersebut, pihaknya akan tetap bertanggung jawab memperbaiki kembali.
“Terkait kerusakan pada irigasi ini, kami tetap akan bertanggungjawab untuk memperbaiki. Karena saya pelaksananya, makan saya tetap akan bertanggung jawab,” janjinya.
Perlu diketahui, bahwa pembangunan irigasi kelompok HIPPA “Wahana” tersebut, pelaksana promnya adalah Pj Kades Mambulu Barat, yakni, Kudi, yang juga menjabat sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) Sekdes Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan.(pan)