Blitar, Teropong – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyelenggarakan kegiatan Roadshow Sergap (Serangan Gabungan Pembinaan).
Kegiatan Roadshow Sergap tersebut diselenggarakan di Balai Desa Wonotirto, Kabupaten Blitar, dengan dihadiri Kepala Desa Wonotirto, Imam Mukharom, Kepala Bidang Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Blitar, Didik Wahyudi, Dandim 0808/Blitar yang diwakili oleh Perwira Pengawas TMMD, Kapten Infantri Warsono, Ketua Koperasi Serba Usaha Guyub Santosa, Mustakim, dan para peserta yang berasal dari para pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) dari sektor pertanian dan non pertanian di Desa Wonotirto yang berjumlah kurang lebih 50 orang.
Tujuan Roadshow Sergap ini, untuk lebih mendekatkan pemberdayaan usaha pelaku UMKM kepada masyarakat dengan pembinaan dari aspek produksi, pemasaran, dan pembiayaan, serta sumber daya manusia.
Pembukaan Roadshow Sergap oleh Aisyah Aminy, Analis Kebijakan Ahli Muda Diskop UKM Jatim yang mewakili mewakili kepala dinas dalam sambutannya mengatakan, pelaku UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Timur tetap perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan usahanya. Dari hasil sensus ekonomi tahun 2016 dan survey perhitungan nilai tambah UMKM Jawa Timur 2022, 93,37 persen pelaku usaha di Jawa Timur berada pada skala usaha mikro (9,13 juta UMKM).
Kemudian dari segi legalitas produk dan usaha, 87,70 persen pelaku UMKM tidak memiliki legalitas usaha. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM. “Kami disini hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait berbagai aspek yang harus dilakukan oleh para pelaku UMKM guna mengupayakan UMKM yang naik kelas, dilakukan melalui pengembangan pada lima aspek, yakni penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM pengelola UMKM, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pembiayaan dan perluasan akses produk UMKM”, kata Aisyah.
Aisyah Aminy juga mengatakan, pada aspek penguatan lembaga dilakukan dengan penguatan koperasi sebagai usaha bersama berbadan hukum yang dapat memperkuat posisi tawar UMKM untuk bergabung dalam koperasi. Pada kegiatan ini Diskop UKM Jatim memberikan layanan perizinan usaha (NIB), Konsultasi hukum K-UMKM, serta pendirian badan usaha koperasi.
Pada aspek penguatan kualitas SDM pengelola UMKM, dilakukan dengan pelatihan pengelolaan usaha terutama pelatihan dalam penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan usaha secara digital, pelatihan pelatihan ini dapat diakses melalui platform E-Learning Diskop UKM Jatim yang bernama SI-JAWARA.
Pada aspek peningkatan kualitas produk diberikan layanan untuk mengajukan sertifikasi halal, fasilitasi pengajuan HKI merek, serta SNI. Pada aspek pembiayaan dilakukan melalui program kredit sejahtera (Prokesra) dengan bunga pada end-user adalah sebesar 3 persen, dana bergulir, dan pendampingan penyusunan laporan keuangan.
Kemudian pada aspek terakhir yakni aspek pemasaran diberikan pelayanan melalui penguatan jaringan kerjasama dan kemitraan pemasaran dengan marketplace online maupun offline seperti Instagram, tiktok, shopee, tokopedia dan berbagai platform pemasaran online lainya. Hal tersebut dapat meningkatkan perluasan pasar agar K-UMKM Go Global. “Kami hadir disini untuk memberikan fasilitas, dan stimulus yang bertujuan untuk menciptakan UMKM agar bisa naik kelas, sehingga UMKM dapat beradaptasi dengan persaingan saat ini,” lanjut Aisyah.
Dalam kegiatan roadshow sergap ini, dilakukan penyampaian materi dan diskusi interaktif dari para peserta dengan narasumber dari Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Guyup Santoso sekaligus pemilik Kampung Coklat, Mustakim, yang menyampaikan, bagaimana kiat-kiat yang dilakukannya untuk mengembangkan KSU Guyup Santoso serta bisnis kampung coklat yang dikelolanya. Selain itu, juga ada penyampaian materi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Blitar oleh Kepala Bidang Pengawasan Koperasi, Didik Wahyudi.
Selanjutnya dilakukan pelayanan kepada para peserta oleh Diskop UKM Jatim melalui meja-meja booth yang disediakan sesuai dengan layanan dari masing-masing bidang teknis sesuai dengan tugas pokok dan kewenangannya masing-masing serta pemberian sertifikat NIB kepada seluruh peserta yang hadir sebagai salah satu output dari kegiatan SERGAP kali ini. (red/hms*)