Surabaya, Teropong — Jumat (20/12/25) siang yang penuh semangat di blok AX, Pondok Indah, menjadi panggung bagi perjumpaan silaturahmi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur dan Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Jatim. Kedua organisasi ini bertemu bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi untuk memulai keakraban dan kerjasama satu dengan lainnya.
Dengan tangan terbuka, pihak K3 Jatim yang dihadiri oleh Ketua Umum Ir. H. Musnadi Bachtiar dan Ketua Harian Dr. Asmirin Noor yang juga Sekretaris di FPK Provinsi Jatim menyambut dengan hangat para perwakil dari FPK Jatim.
Di hadapan para tokoh, pertemuan ini menjadi ruang berbagi harapan, realita, dan misi bersama: menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan, bukan ancaman.
H. Makmun Hasan, Pembina K3 Jatim, menekankan pentingnya peran organisasi dalam menjembatani identitas budaya dan kewarganegaraan. “Kita bukan hanya warga Kalimantan di Jawa Timur, tapi bagian dari Indonesia yang bersatu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FPK Jatim, R.H. Muhammad Ali Zaini, memaparkan pencapaian menjanjikan: 23 kegiatan dalam waktu kurang dari 6 bulan, di dalam dan luar Jawa Timur. “Kami menanam benih keharmonisan, dari kerja keroyokan kecil hingga hasil besar,” lanjutnya.
Anggota Pembina K3 Jatim, Dr. Ir. Peter Susilo, S.H., M.H., menegaskan bahwa sinergi ini adalah fondasi bagi pembangunan masyarakat yang inklusif. “Kita tidak butuh satu identitas, tapi satu hati,” katanya.
Acara ditutup dengan penyampaian Kesimpulan dan poin penting silaturahmi oleh Dr. Asmirin Noor dilanjutkan sesi ramah tamah dan foto bersama — simbol awal dari perjalanan panjang: membangun keberagaman tanpa batas, hanya dengan silaturahmi yang tulus. (*/red)