BATU, TEROPONG – Pembangunan Pasar Induk Kota Batu yang berada di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu, Jawa Timur, hingga hari Sabtu, 31 Desember 2022 tampak terus di kebut pekerjaannya. Padahal masa pelaksanaan Provisional Hand Over (PHO) pekerjaan konstruksi bidang bangunan gedung pasar ini adalah tanggal 23 Mei 2023 yang akan datang. Dan progressnya hingga Minggu ke 52 sudah mencapai 80,99% (realisasi), rencana 80,83%. Jadi ada deviasi +0,18%.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Timur, Any Virgyani, ST, ketika dikonfirmasi melalui pesan WahatssApp (WA), Jumat sore (30/12/22) mengatakan, bahwa pelaksanaan Pembangunan Pasar Induk Kota Batu hingga Mei 2023.
Kasatker ini juga mengatakan, bahwa progressnya fisik sudah 80,99%. Jadi ada deviasi +0,18% dari rencana. “Juga ada pelaksanaan addendum sebanyak 3 (tiga) kali. Seperti perubahan material untuk pemenuhan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri,red), dan perubahan zonasi berdasarkan arahan Pemda. Begitu juga perubahan PPN, yang semula 10% berubah menjadi 11%,” ujar Any Virgyani.
Hasil pengamatan Wartawan Media Cetak & Online TEROPONG dilapangan, Sabtu pagi (31/12/22), tampak para pekerja melakukan penyelesaian pekerjaan, dengan memperhatikan/menggunakan K3.
Site Manager (SM) PT. Sasmito, Joko Sumarno, ketika dikonfirmasi di lokasi pekerjaan, Sabtu pagi (31/12/22), membenarkan bahwa ada 3 (tiga) kali dialakukan pelaksanaan addendum, yaitu: 1) Perubahan PPN. Semula 10% berubah menjadi 11%; 2) Adanya perunbahan struktur dan Arsitektur, sehingga ada addendum perpanjangan waktu; 3) Adanya perubahan Arsitektur dengan MEP (Mekanik, Elektrikal dan Plumping).
Ketika disinggung, bagaimana material apakah sudah TKDN?, untuk material yang digunakan TKDN nya kurang lebih 60%, ujar Joko Sumarno sembari menambahkan, bahwa item pekerjaannya; SMKK (Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi,red); Struktur dan MEP.
Joko Sumarno juga mengungkapkan, bahwa pembangunan Pasar Induk Kota Batu ini terdiri 3 Zona. Zona 1, 2, 8 dan terdiri 2 (dua) lantai. Zona 3,4,6 dan 7 terdiri 3 (tiga) lantai. Sedang Zona 5 Lobby.
Ketika disinggung hingga kini sudah berapa progressnya, untuk progress fisik Minggu ke 52 ini realisasi 80,99%, Rencana 80,83%. Deviasi +0,18%, jelas Joko Sumarno sembari mengatakan, bahwa pada Pembangunan Pasar Induk Kota Batu ini ada 4 (empat) unit Eskalator. 2 (dua) unit sudah terpasang (instal,red) di Lobby, dan tinggal 2 (dua) yang belum dipasang. Tapi Eskalator sudah onsite. Begitu juga ada Genset dengan 500 KVA. Dan rencana pelaksanaan PHO tanggal 23 Mei 2023. Dan pemeliharaan selama 6 (enam) bulan, ujar Joko Sumarno, Site Manager (SM) PT. Sasmito
Dia juga mengatakan, bahwa Pembangunan Pasar Induk Kota Batu ini, halamannya menggunakan paving K300, begitu juga akan dibangun IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dengan kapasitas 125 M3. Dan ada juga penyambungan PLN dengan 690 KVA.
Untuk diketahui, Pembangunan Pasar Induk Kota Batu ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Cq. Satuan kerja (Satker) Pelaksanaan Praranan Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Timur, dengan Pagu Rp.199.987.540.000,-/HPS Rp.199.987.540.000,-. Sumber Dana APBN 2021. Adapun sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya adalah Dewi Ardit Arini, ST., MT (PPK Prasarana Strategis)
Untuk paket pekerjaan Konstruksi ini, pada proses tender/lelang terdapat 379 perusahaan Penyedia Jasa Konstruksi mendaftrar sebagai peserta tender. Dan Pemenang Tender adalah PT. Sasmito, dengan harga Kontrak Rp.151.550.624.000. Konsultan Manajemen Kontruksi: PT. Bina Karya (Persero) – PT. Laras Sembada, KSO. (bachtiar)