Beranda » Proyek Duplikasi Jembatan Ngelembu Trenggalek Terlambat, Apa Penyebabnya?

Proyek Duplikasi Jembatan Ngelembu Trenggalek Terlambat, Apa Penyebabnya?

by Bakhtiar Sitorus
47 views
A+A-
Reset

TRENGGALEK, TEROPONG – Proyek Duplikasi Jembatan Ngelembu yang berada di  Dusun Nglembu, Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, hingga Jumat 2 Agustus 2024 lalu masih terus dikerjakan, dan belum selesai. Padahal masa pelaksanaan pekerjaan proyek Duplikasi Jembatan Ngelembu ini adalah 180 hari kalender (6 bulan), dan tanda tangan kontrak tanggal 9 Nopember 2024, dengan nomor kontrak: HK.0201-Bb8.7/2.3/3126.

Jadwal Tahapan Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan dimulai sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani sampai dengan 6 Bulan atau 180 (Seratus Delapan Puluh) Hari Kalender. Untuk lingkup pekerjaan Duplikasi Jembatan Ngelembu (Trenggalek) sepanjang 50,80 m.

Proyek Duplikasi Jembatan Ngelembu ini dengan nilai Kontrak Rp.25.205.897.000,-, dengan sumber dana APBN tahun anggaran (TA) 2023-2024. Sedangkan Penyedia Jasa / Kontraktor Pelaksana adalah PT. Somba Hasbo KSO CV. Dewi Baraja. Sedangkan Konsultan Supervisi adalah PT. Seecons KSO Gita Cipta Siagayasa.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jawa Timur (Pacitan-Jarakan-Bts. Kab. Tulungagung),   Surya Adiguna, S.T., M.Sc, ketika dikonfirmasi lewat selulernya beberapa waktu lalu, membenarkan adanya keterlabatan.

Ketika disinggung apa penyebabnya keterlambatan?, PPK ini mengatakan, karena adanya pembebasan lahan masyarakat yang terkenan proyek. Pembebasan lahan oleh pemkab Trenggalek.

Menjawab konfirmasi Wartawan TEROPONG, PPK Surya Adiguna mengatakan, bahwa pihaknbya sudah melakukan pelaksanaan 2 (dua) kali addendum. Addendum Pertama, yaitu pada saat pembebasan lahan, dan Addendum Kedua sekarang ini, ujar PPK 2.3 Provinsi Jawa Timur ini, tanpa menjelaskan secara detail kapan dilakukan pelaksanaan Addendum Pertama dan Kedua.

Hasil penelusuran Wartawan Suratkabar Nasional TEROPONG bersama Tabloid Panggung Modus Operandi dilapangan, Jumat (2/8/24) siang, tampak proyek Duplikat Jembatan Ngelembu ini belum selesai, dan masih dalam tahap pekerjaan. Tampak Girder dari WIKA Beton sudah ready (onsite,red) dilokasi proyek.

PPK 2.3 Jawa Timur, Surya Adiguna, S.T., M.Sc, ketika dikonfirmasi Wartawan Suratkabar Nasional TEROPPONG via WhatssApp (WA), Selasa (6/8/24) malam, mengenai sudah berapa prosen pelaksanaan pekerjaan/proyek Duplikat Jembatan Ngelembu ini, sayang hingga dibuatkan/naiknya berita ini tidak/belum ada balasan sama sekali.

Sebagaimana diketahui, sektor prasarana jalan/jembatan merupakan salah satu urat nadi dalam pertumbuhan ekonomi wilayah, sehingga ketepatan penyediaannya melalui besarnya investasi adalah suatu hal yang sangat penting. Berkaitan dengan perkembangan ekonomi, investasi jalan/jembatan memiliki pengaruh yang luas baik bagi pengguna jalan/jembatan maupun bagi wilayah secara keseluruhan. Untuk itu diperlukan kebijakan yang tepat dalam penyelenggaraan jalan/jembatan sehingga dapat mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonominya.

Salah satu keberhasilan pembangunan infrastruktur adalah tersedianya sarana dan prasarana

transportasi yang baik didaerah tersebut. Selain berperan dalam menunjang kelancaran kegiatan sosial ekonomi juga akan menunjang perkembangan fisik didaerah yang bersangkutan.

Fungsi utama kegiatan Duplikasi Jembatan Ngelembu (Trenggalek) sesuai arahan Presiden RI adalah dalam rangka percepatan konektivitas jalan daerah untuk memberikan manfaat maksimal dalam mendorong perekonomian nasional maupun daerah, menurunkan biaya logistik nasional, menghubungkan dan mengintegrasikan dengan sentra-sentra ekonomi dan membantu pemerataan kondisi jalan yang mantap, sebagai upaya mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020 – 2024.

PPK 2.3 Provinsi Jawa Timur selaku bagian dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur memiliki tanggung jawab dan kewenangan penanganan Duplikasi Jembatan Ngelembu (Trenggalek), dalam rangka mewujudkan kondisi jalan dan jembatan yang baik, secara bertahap dan berkesinambungan.

Pada tahun 2023 ini mendapat alokasi dana untuk melaksanakan program / kegiatan Duplikasi Jembatan Ngelembu (Trenggalek). Alokasi tersebut digunakan untuk mewujudkan dan mempertahankan prasarana jembatan yang ada di wilayah Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. (bachtiar)

 

You may also like

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses