Sidoarjo, Teropong – Dalan Tahun Anggatan (TA) 2025 ini, Pemerintah cq. Kementerian Pekerjaan Umum/Satker PJSA Brantas telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.33.600.000.000,-/HPS Rp.33.599.995.741,- untuk paket pekerjaan kontruksi “Pengendali Banjir Kali Buntung dan Bandara Juanda Kabupaten Sidoarjo Tahap I. Sumber dana APBN 2025.
Untuk paket pekerjaan konstruksi ini di menangkan oleh PT. Jaya Etika Teknik (JET) dengan harga penawaran Rp.27.888.000.000,-.
Hasil penelusuruan wartawan Media Online TEROPONG dan Panggung Modus Operandi dilapangan, Selasa 4 November 2025 siang, tampak pekerjaan pengendali banjir sedang tahap penyelesaian pekerjaan. Tampak dilokasi juga ada alabat berat crane dan bachoe untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan pemancangan CCSP. Begitu juga material beton CCSP dan besi beton onsite di lokasi pekerjaan.
Irfan, Project Manager (PM) PT. JET ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa progress pekerjaan sudah mencapai 60%.
Sementara alat untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan ada 4 Phonton, dan 1 excavator dan 1 crane. Untuk di hilir ada 1 phonton dan di hulu ada 3 phonton, ujar Admin Teknik yang didampingi drafter.
Ketika disinggung masalah kendala, admin teknik ini mengatakan, kendalanya cuaca. Kalau musim hujan dan juga bila air pasang susah untuk ngecor.
Sementara pada papan nama proyek pengendali banjir ini disebutkan nomor kontrak: PB.02.01-Bbws 10.07.3/Buntung. Tanggal Kontrak: 1 Agustus 2025. Masa Pelaksanaan 150 hari kalender. Konsultan: PT. Adhistya Dharmastitya.
Adapun ruang lingkup pekerjaan pengedali banjir ini adalah: Pekerjaan Persiapan; Pekerjaan Tanah; Pekerjaan Pemancangan dan Pekerjaan Benton.
Dan pekerjaan ini tanggung jawab PPK Sungai Pantai 3, Dhanu.
Panjang parapet yang dibangun tahun 2025 ini mencapai 900 meter, masing-masing 450 meter di sisi kiri dan kanan sungai.
Sementara Dhanu, PPK Supan 3 ketika dikonfirmasi via whatssapp, Rabu (5/11/25) sore terkait Progress proyek pengandilan banjir kalibuntung sampai saat ini berapa prosen, dia
mengatakan 59%.
Dan ketika disinggung apa benar ada pelaksanaan addendum?, PPK ini mengatakan addendum pasti ada pak, yaitu terkait permintaan warga untuk akses inlet tambak.
Dan penambahan nilai kontrak tidak ada bapak, cuma modif bangunan aja, kata Dhanu sembari mengatakan bahwa progress per tanggal 2 November, plus 12%. (bachtiar).
Untuk Mengendalikan Debit Banjir dan Mengurangi Genangan, Satker PJSA Brantas Bangub Pengendali Banjir Kali Buntung dan Bandara Juanda
40